Beberapa tahun belakangan, istilah baby nepo mulai banyak muncul di media sosial. Hanya saja, hingga kini memang masih banyak orang yang belum tahu baby nepo adalah apa dan bagaimana cara penggunaan istilah ini di kehidupan sehari-hari.
Pada awalnya, istilah slang yang satu ini booming di industri entertainment atau hiburan, khususnya di Hollywood. Namun kini penggunaannya sudah lebih luas dan dipakai di dalam kehidupan sehari-hari, bahkan sudah masuk ke ranah atau bidang politik.
Arti Nepo Baby
Ternyata, kata “nepo” dalam istilah nepo baby berasal dari kata nepotisme, yaitu orang yang mendapatkan suatu hal karena mereka memiliki hubungan tertentu dengan orang dalam. Pada umumnya, itu akan berhubungan erat dengan pekerjaan atau posisi tertentu.
Jadi, secara garis besar istilah ini adalah seorang anak yang mendapatkan posisi atau pekerjaan tertentu karena pengaruh dari orang tua, paman, bibi, atau kerabat mereka yang lain. Sehingga wajar jika konotasi kalimat ini di tengah masyarakat itu negatif.
Hal ini karena arti dari kalimat ini merujuk pada pekerjaan dan posisi yang didapatkan tanpa perlu mengeluarkan kemampuan terbaik. Sebab, pada nepotisme yang terpenting bukanlah talent ataupun skill, melainkan kekerabatan mereka dengan orang dalam yang berpengaruh.
Contoh dalam industri hiburan adalah anak artis yang tiba-tiba terkenal karena popularitas orang tua mereka meskipun mereka tidak bisa bernyanyi, akting, dan lain-lain. Dari sinilah asal usul istilah nepo baby, yang kini viral di media sosial.
Sebagai anak artis, mereka memiliki privilege dan tidak perlu mengikuti audisi karena telah memiliki “nama” dari popularitas orang tua mereka. Maknanya menjadi negatif karena mungkin ada orang yang lebih pantas mendapatkan pekerjaan tersebut.
Apakah Praktik Nepo Baby Berbahaya?
Setelah mengetahui apa itu nepo baby, masyarakat juga perlu tahu apakah prakteknya di kehidupan sehari-hari itu berbahaya atau tidak. Jika ditilik dari industri hiburan, maka praktik ini lebih pas disebut merugikan daripada membahayakan.
Hal ini karena mereka telah mengambil kesempatan orang lain tanpa privilege yang mungkin saja lebih skillful dan talented daripada mereka. Pun begitu dengan para nepo baby di perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, khususnya di perusahaan milik keluarga.
Namun, jika ditilik dari bidang hukum dan pemerintahan, praktik nepo baby adalah hal yang sangat membahayakan publik. Hal ini karena mereka bisa saja dengan mudah mengacak-acak konstitusi negara seenaknya untuk kepentingan keluarga dan pribadi.
Karena itulah nepotisme termasuk salah satu kejahatan berat dan bersanding sejajar dengan korupsi dan kolusi. Jadi seharusnya pelaku nepotisme juga perlu menerima hukuman, terlebih jika praktiknya sudah mencederai hukum dan juga konstitusi negara.
Sayangnya, pemerintah Indonesia masih belum tegas terhadap praktik nepotisme sehingga kehadirannya sudah sangat umum di tengah masyarakat. Bahkan, praktik nepotisme ini tidak hanya terjadi di jajaran pemerintahan, namun juga di badan usaha negara.
Padahal, seharusnya jajaran pemerintahan dan badan usaha negara adalah milik publik. Semua orang berhak untuk bisa mendapatkan pekerjaan dan posisi di sana, asalkan memiliki skill dan kemampuan yang mumpuni untuk bekerja agar negara terus maju.
Sehingga, praktik baby nepo adalah hal yang sudah seharusnya dihapus dan diputus. Bukan berarti kerabat orang dalam tidak bisa mendapatkan pekerjaan atau posisi yang bersangkutan, namun mereka juga harus bersaing secara sehat dengan kandidat lainnya. Semoga informasi Ketik Media bermanfaat.