Printer Canon sudah lama jadi andalan banyak pengguna karena kualitas cetaknya yang stabil dan biaya operasionalnya yang relatif hemat. Namun, seiring pemakaian, beberapa error bawaan sistem seperti Ink Absorber Full atau Waste Ink Counter sering muncul dan membuat printer tiba‑tiba berhenti bekerja.
Masalah ini sebenarnya bukan kerusakan berat, melainkan batasan bawaan pabrik yang mengunci fungsi printer agar tidak rusak akibat penumpukan tinta buangan. Di sinilah resetter berperan: membantu mereset ulang penghitung tinta buangan dan mengembalikan fungsi printer.
Dengan memahami cara kerja resetter serta langkah penggunaannya, kamu bisa mengatasi error ini sendiri tanpa harus ke tukang servis. Panduan ini akan membantu kamu melakukannya secara aman dan efisien.
Apa Itu Resetter Canon?
Resetter Canon adalah software khusus yang digunakan untuk mereset waste ink counter pada printer Canon. Counter ini adalah sistem penghitung berapa banyak tinta pembuangan yang telah digunakan printer. Ketika mencapai batas tertentu, Canon secara otomatis memblokir fungsi printer untuk menghindari kerusakan pada bantalan penyerap tinta.
Dalam kondisi ini, printer sebenarnya tidak rusak. Hanya butuh reset agar kembali ke kondisi normal. Itulah fungsi resetter: menghilangkan limit counter sehingga printer bisa digunakan kembali sebagaimana mestinya.
Software resetter biasanya hadir dalam bentuk Canon Service Tool, dengan versi yang berbeda untuk setiap model printer. Misalnya ST340, ST5306, ST4720, dan sebagainya.
Fungsi dan Manfaat Resetter Canon
Berikut berbagai manfaat utama dari penggunaan resetter Canon:
- Menghilangkan Error Waste Ink
Pesan seperti “Ink Absorber Full” atau “Waste Ink Counter” dapat segera hilang setelah reset. - Mengembalikan Fungsi Printer
Printer yang semula tidak bisa mencetak kembali berfungsi normal. - Menghemat Biaya Servis
Daripada membawa ke tempat servis hanya untuk reset, kamu bisa melakukannya sendiri. - Proses Cepat dan Efektif
Reset hanya memakan waktu beberapa menit. - Memperpanjang Umur Printer
Selama absorber fisik masih baik, printer akan bekerja optimal setelah reset.
Dengan kata lain, resetter adalah alat vital yang bisa menghidupkan kembali printer yang sebelumnya “ngambek”.
Kumpulan Download Resetter Canon
Berikut daftar resetter Canon yang disusun per model dengan format “Download Resetter Canon [Model]” agar mudah dicari.
1. PIXMA Series
- Download Resetter Canon IP2770 / IP2770 v3400
- Download Resetter Canon MP237
- Download Resetter Canon MP280
- Download Resetter Canon MP287
- Download Resetter Canon MG2570S / MG2570 v3400
- Download Resetter Canon TS207
- Download Resetter Canon iX6770
2. G-Series / MegaTank
- Download Resetter Canon G1000
- Download Resetter Canon G1010
- Download Resetter Canon G1020
- Download Resetter Canon G2000
- Download Resetter Canon G2010
- Download Resetter Canon G2020
- Download Resetter Canon G2770
- Download Resetter Canon G3010
- Download Resetter Canon G4010 (gratis)
3. Other / Specialty
- Download Resetter Canon E410
Pilih versi Service Tool sesuai model printermu untuk hasil maksimal.
Cara Menggunakan Resetter Canon (Step-by-Step)
Berikut panduan praktis yang bisa kamu ikuti untuk melakukan reset printer Canon.
1. Masuk ke Service Mode Printer Canon
Setiap printer Canon harus masuk dulu ke mode khusus yang disebut service mode. Caranya:
- Matikan printer.
- Tekan dan tahan tombol Stop/Reset.
- Sambil menahan tombol itu, tekan dan tahan tombol Power.
- Lepaskan tombol Stop/Reset, tapi tetap tahan tombol Power.
- Tekan tombol Stop/Reset sebanyak 5 kali.
- Lepaskan semua tombol.
Jika berhasil, printer akan menyala tanpa melakukan proses inisialisasi standar.
2. Jalankan Software Resetter Canon
Buka file Service Tool (.exe) yang sesuai tipe printer.
Beberapa tombol yang biasanya digunakan:
- Main
- EEPROM Clear
- Set atau Test Print (opsional)
4. Restart Printer
Setelah proses reset selesai, matikan dan hidupkan kembali printer. Error harusnya hilang dan printer siap digunakan.
Tips Agar Resetter Canon Berfungsi Optimal
Beberapa tips agar proses reset berjalan mulus:
- Gunakan kabel USB berkualitas.
- Jalankan resetter sebagai Administrator.
- Matikan antivirus sebelum membuka Service Tool.
- Pastikan driver printer sudah terinstal.
- Restart printer setelah reset.
- Jangan sering reset tanpa membersihkan absorber.
- Simpan resetter dalam satu folder agar tidak terhapus.
Tips Perawatan Printer Canon
1. Bersihkan Printer Secara Berkala
Membersihkan printer secara rutin sangat penting untuk menjaga performa dan mencegah masalah pada jalur tinta. Gunakan kain lembut dan kering untuk menghapus debu atau sisa tinta pada bagian luar printer dan sekitar cartridge.
Selain itu, membersihkan printer juga termasuk jalur tinta dan area internal yang bisa menjadi sarang debu. Perawatan rutin ini dapat memperpanjang umur printer dan memastikan hasil cetak tetap tajam.
2. Gunakan Tinta Resmi
Selalu gunakan tinta original Canon agar printer bekerja optimal dan mengurangi risiko tersumbatnya nozzle. Tinta palsu atau refill kadang memiliki kualitas yang tidak stabil dan bisa merusak printer.
Dengan tinta resmi, sensor printer juga lebih akurat dan error bisa diminimalkan. Ini akan membantu printer bekerja lebih lama tanpa gangguan teknis.
3. Cetak Secara Rutin
Jangan biarkan printer terlalu lama tidak digunakan karena tinta bisa mengering di nozzle. Cetak minimal sekali seminggu agar tinta tetap lancar dan menghindari kemacetan cetak.
Cetak rutin juga membantu printer mendeteksi masalah lebih awal. Dengan begitu, printer tetap siap digunakan kapan saja tanpa perlu melakukan reset yang sering.
4. Hindari Mati Mendadak
Selalu matikan printer menggunakan tombol power, jangan cabut kabel listrik secara langsung. Mematikan printer dengan cara yang benar mencegah kerusakan pada komponen internal dan sistem elektronik.
Metode ini juga menjaga firmware printer agar tetap stabil. Printer yang rutin dimatikan dengan cara benar biasanya lebih awet dan minim error.
5. Periksa Level Tinta dan Absorber
Pastikan tinta printer tidak habis saat sedang digunakan. Jangan lupa periksa kondisi absorber karena meski resetter bisa menghapus counter, absorber fisik tetap harus terjaga.
Pemeliharaan ini mencegah kebocoran tinta dan error yang bisa merusak printer. Tindakan preventif ini penting agar printer tetap bekerja optimal.
6. Gunakan Printer di Tempat Bersih dan Kering
Hindari menempatkan printer di area yang lembap, berdebu, atau terkena sinar matahari langsung. Kondisi lingkungan ini bisa merusak komponen elektronik dan mempengaruhi kualitas cetak.
Menjaga printer di tempat yang ideal membuat tinta tidak cepat kering dan komponen printer lebih awet. Selain itu, debu dan kotoran juga lebih mudah dicegah.
7. Update Driver dan Firmware
Pastikan driver printer dan firmware selalu diperbarui ke versi terbaru. Pembaruan ini membantu printer bekerja kompatibel dengan sistem operasi terbaru dan meningkatkan kinerja cetak.
Firmware terbaru juga sering memperbaiki bug yang dapat menyebabkan error. Mengupdate rutin membuat printer lebih stabil dan aman digunakan.
Kesimpulan
Download resetter Canon adalah solusi efektif untuk mengatasi berbagai error terkait waste ink pada printer Canon. Dengan menggunakan resetter yang sesuai tipe printer, proses reset menjadi cepat dan aman.
Selain itu, memahami cara penggunaan, risiko, dan tips perawatan printer memastikan printer tetap berfungsi optimal dalam jangka panjang. Pengguna bisa menghemat biaya servis, memperpanjang umur printer, dan menjaga kualitas cetakan tetap maksimal.

