Tagar Tolak Gambar AI Trending di X, Netizens Pro Kontra

Tolak Gambar AI

Ketikmedia.com – Sejak hari Selasa, 2 Januari 2023, tagar Tolak Gambar AI trending di media sosial X (dulu Twitter). Ada lebih dari 5.000 cuitan yang memenuhi tagar dan meminta masyarakat untuk berhenti menggunakan gambar AI, terutama AI untuk keperluan komersial.

Hal ini adalah bentuk keresahan para illustrator dan artist yang eksistensinya kian tergerus dengan kehadiran gambar AI. Tidak sedikit dari mereka yang mulai kehilangan pekerjaan karena ada semakin banyak orang yang memakai AI untuk segala kebutuhan.

Artis dan Illustrator Merasa Resah Karena AI 

Selain membuat lapangan pekerjaan untuk para artis dan ilustrator semakin sempit, sebagian besar dari mereka menganggap jika AI non-etis dan terlalu eksploitatif. Hal ini karena AI mencuri gambar mereka dan melakukan tracing secara ilegal tanpa izin. 

Karena alasan tersebut, ada banyak dari mereka yang memerangi penggunaan AI Generative Image. Menurut kebanyakan dari mereka, AI sudah melanggar hak cipta sehingga kehadirannya harus ditolak. Hal ini karena AI bekerja tanpa aturan dan tanpa etika.

Kondisi ini diperparah dengan banyaknya perusahaan besar yang meninggalkan artis dan ilustrator lokal dan mulai memakai teknologi AI. Parahnya, gambar tersebut dikomersialkan hingga perusahaan tersebut bisa menggerus keuntungan. Padahal, standar hak ciptanya tidak jelas. 

Misalnya seperti kasus penggunaan AI sebagai iklan di Universitas Binus (Bina Nusantara). Pengguna AI di Binus sontak membuat para artis dan ilustrator lokal marah dan kecewa. Hal inilah salah satu pemantik tagar Tolak Gambar AI trending di X.

Selain itu, penggunaan AI untuk kampanye di masa-masa sebelum pemilihan umum 2024 juga membuat para artis dan ilustrator lokal semakin merasa tidak dihargai. Karena itu, mereka melakukan aksi Tolak Gambar AI sebagai protes dan meminta respect.

“Undangan buat kalian yang muak dengan AI, ayo ikuti aksi #TolakGambarAI dan suarakan pendapatmu,” ungkap salah satu pengguna X.

Baca Juga:  Cara Shooting PS3, Strategi Cetak Gol Anti Meleset!

Dalam aksi tersebut, para artis dan ilustrator meminta regulasi yang jelas mengenai AI dan menyebarkan awareness bahwa penggunaan AI itu eksploitatif dan tidak etis.

Pro Kontra Soal Penggunaan AI dari Netizens

Bersamaan dengan aksi ini, ada banyak netizens yang mengeluarkan opini mereka, baik itu mereka yang pro maupun yang kontra. Hal ini karena awareness tentang mengapa AI itu eksploitatif dan tidak etis masih belum dipahami oleh masyarakat awam. 

“AI itu merupakan inovasi kreativitas, tergantung bagaimana pemakainya dalam menyikapinya. Lalu, kenapa harus paksa tolak AI? Mestinya Anda membuat tandingan yang lebih kreatif,” ungkap salah satu netizens.

Menanggapi komentar itu, seorang artis menjawab, “alasan kenapa AI ditolak ini karena mereka mengambil gambar dari artis lain tanpa persetujuan. Padahal, dalam setiap gambar ada yang namanya hak cipta. Lalu, yang bikin problematik itu AI yang dikomersialkan.”

“Teknologi itu akan tetap ada, jadi ya caranya biar gak tergerus itu beradaptasi dengan AI bukan malah menolaknya,” ungkap netizens yang lain.

“Astaga, kenapa masih banyak orang awam yang nggak paham kalo AI itu mencuri karya jutaan artis? Kami nggak ngelarang pake AI, boleh-boleh aja kok. Tapi kami terluka kalo gambar AI malah digunakan untuk kepentingan komersial,” ungkap artis lain.

Hingga berita ini ditulis, tagar Tolak Gambar AI masih trending di media sosial X. Dengan adanya gerakan ini, para artis dan ilustrator berharap jika masyarakat awam semakin paham bahwa memakai AI untuk kepentingan komersial adalah hal yang tidak baik.