5 Cara Menggunakan VLOOKUP dan HLOOKUP di Excel untuk Pemula

5 Cara Menggunakan VLOOKUP dan HLOOKUP di Excel untuk Pemula

Ketikmedia.comMicrosoft Excel sering kali dianggap menakutkan bagi pemula, terutama ketika mendengar istilah VLOOKUP dan HLOOKUP. Padahal, kedua fungsi ini adalah penyelamat utama saat Anda harus mencocokkan data dari dua tabel yang berbeda.

Bayangkan Anda memiliki ribuan data kode barang di satu tabel dan harga barang di tabel lain. Mencocokkannya satu per satu secara manual bukan hanya melelahkan, tapi juga rawan kesalahan fatal.

Di sinilah peran vital fungsi Lookup. Kami akan memandu Anda memahami logika dan cara penggunaannya dengan bahasa yang mudah dicerna.

Berikut adalah langkah-langkah dan pemahaman mendalam mengenai penggunaan VLOOKUP dan HLOOKUP yang valid dan akurat.

1. Memahami Konsep Dasar: Vertikal vs Horizontal

Kesalahan terbesar pemula adalah bingung kapan harus menggunakan VLOOKUP atau HLOOKUP. Kuncinya ada pada huruf depannya.

  • VLOOKUP (Vertical Lookup): Digunakan jika tabel referensi Anda tersusun secara vertikal (tegak). Judul kolom berada di atas, dan datanya menurun ke bawah. Ini adalah format tabel yang paling umum.
  • HLOOKUP (Horizontal Lookup): Digunakan jika tabel referensi Anda tersusun secara horizontal (mendatar). Judul baris ada di kiri, dan datanya memanjang ke kanan.

Pastikan Anda melihat bentuk “Tabel Master” atau sumber data Anda terlebih dahulu sebelum mengetik rumus.

2. Bedah Anatomi Rumus VLOOKUP

Agar tidak sekadar menghafal, Anda perlu memahami struktur bahasanya. Rumus VLOOKUP terdiri dari empat komponen utama yang dipisahkan oleh tanda koma atau titik koma (tergantung setting komputer Anda).

Baca Juga:  Kulkas Paling Bagus Merk Apa yang Bikin Kamu Hemat Listrik

=VLOOKUP(Lookup_Value, Table_Array, Col_Index_Num, [Range_Lookup])

Penjelasan logikanya sebagai berikut:

  1. Lookup_Value: Nilai kunci yang Anda pegang saat ini (misalnya Kode Barang).
  2. Table_Array: Di mana tabel sumber datanya? Blok seluruh tabel referensi tersebut.
  3. Col_Index_Num: Kolom ke berapa data yang ingin Anda ambil? (Dihitung dari kiri tabel referensi).
  4. Range_Lookup: Ketik FALSE atau 0 untuk pencarian yang persis sama (exact match). Ini wajib untuk data admin.

3. Langkah Praktis Menggunakan VLOOKUP

Mari kita praktikkan dalam skenario nyata. Anda punya Tabel A (Laporan Penjualan) yang hanya berisi Kode Barang, dan Anda ingin mengisi kolom Nama Barang secara otomatis dari Tabel B (Database Barang).

Langkah-langkahnya:

  1. Klik pada sel di mana Anda ingin hasil muncul (misal kolom Nama Barang).
  2. Ketik =VLOOKUP(, lalu klik sel Kode Barang di baris tersebut.
  3. Ketik pemisah (koma/titik koma), lalu blok Tabel B (sumber data).
  4. Penting: Tekan tombol F4 satu kali untuk mengunci tabel (muncul simbol $). Ini agar tabel tidak bergeser saat rumus disalin ke bawah.
  5. Ketik nomor kolom. Jika Nama Barang ada di kolom ke-2 pada tabel sumber, ketik angka 2.
  6. Terakhir, ketik FALSE atau 0 dan tutup kurung.

BACA JUGA: 15 Rumus Excel Lengkap untuk Admin Kantor (SUM, AVERAGE, IF)

4. Langkah Praktis Menggunakan HLOOKUP

Prinsipnya sama persis dengan VLOOKUP, hanya orientasinya yang berbeda. Jika tabel sumber Anda judulnya ada di sisi kiri dan datanya menyamping, gunakan HLOOKUP.

=HLOOKUP(Lookup_Value, Table_Array, Row_Index_Num, [Range_Lookup])

Perbedaannya hanya pada komponen ketiga, yaitu Row_Index_Num (Nomor Baris). Anda tidak menghitung kolom dari kiri ke kanan, melainkan menghitung baris dari atas ke bawah.

Contoh: Jika harga barang ada di baris ke-3 pada tabel referensi mendatar, maka Anda memasukkan angka 3. Jangan lupa tetap menggunakan FALSE di akhir rumus dan kunci tabel dengan F4.

Baca Juga:  Cara Gestun Shopee Paylater yang Aman dan Cepat

5. Mengatasi Error #N/A yang Sering Muncul

Saat belajar VLOOKUP, bertemu dengan error #N/A adalah hal yang lumrah. Pesan ini sebenarnya memberi tahu Anda sesuatu yang spesifik.

Penyebab utamanya biasanya ada dua. Pertama, Data Tidak Ditemukan. Nilai kunci yang Anda cari memang tidak ada di tabel referensi. Kedua, Format Data Berbeda. Sering terjadi angka di satu tabel tersimpan sebagai “Text” (ada segitiga hijau kecil) sedangkan di tabel lain sebagai “Number”.

Solusinya, pastikan format sel kedua tabel sama. Anda bisa menggunakan fitur Text to Columns atau sekadar mengetik ulang jika datanya sedikit. Selain itu, pastikan tidak ada spasi tersembunyi di akhir kata (gunakan rumus TRIM yang sudah kita bahas di artikel lain).

Tabel Perbandingan Cepat

FiturVLOOKUPHLOOKUP
Arah DataVertikal (Atas ke Bawah)Horizontal (Kiri ke Kanan)
Parameter KunciNomor Kolom (Column Index)Nomor Baris (Row Index)
Kunci UtamaBerada di kolom paling kiriBerada di baris paling atas
Penggunaan95% kasus administrasi5% kasus (jarang digunakan)

Kesimpulan

Menggunakan VLOOKUP dan HLOOKUP di Excel sebenarnya hanyalah masalah kebiasaan. Kunci utamanya adalah ketelitian dalam menentukan “Tabel Array” dan jangan pernah lupa menekan tombol F4 untuk mengunci rumus (Absolute Reference).