Ketikmedia.com – Memahami ada berapa tenses dalam bahasa Inggris merupakan langkah awal yang sangat krusial bagi siapa saja yang ingin menguasai kemampuan berbahasa Inggris. Perlu pelajar ketahui, tenses perubahan penggunaan bentuk kata kerja sesuai dengan waktu terjadinya suatu peristiwa. Pemahaman mengenai tenses ini sangat penting bagi pelajar, supaya setiap kalimat yang disusun memiliki konteks yang jelas, baik untuk kejadian di masa lalu, masa kini, maupun masa depan.
Selain itu, pemahaman mengenai tenses ini juga membantu pelajar dalam membedakan peristiwa yang terjadi secara spesifik, mulai dari kegiatan rutin hingga rencana yang baru akan dilakukan. Menariknya, setiap jenis tenses sebenarnya memiliki ciri khas penanda waktu tersendiri, sehingga pelajar tentunya tidak akan terlalu sulit untuk mengidentifikasi struktur kalimat bahasa Inggris. Namun, jika pelajar belum memahami jumlah maupun bentuk-bentuk tenses tersebut, simak penjelasannya berikut ini.
Sebenarnya Ada Berapa Tenses dalam Bahasa Inggris?
Jika pelajar bertanya-tanya sebenarnya ada berapa tenses di bahasa Inggris? Jawabannya adalah 16 tenses. Jadi, berdasarkan waktu peristiwa terjadi, kalimat bahasa Inggris punya 16 bentuk. Daftar ini mencakup pembagian waktu yang sangat mendetail guna memastikan setiap pesan tersampaikan dengan akurasi yang tinggi sesuai momen kejadiannya, supaya lebih memahaminya, simak penjelasan detailnya berikut ini.
1. Tenses Present
Pertama, kelompok tenses present merupakan kategori yang paling sering terpakai dalam percakapan sehari-hari. Fokus utamanya adalah menyatakan peristiwa yang terjadi saat ini, kebiasaan rutin, hingga fakta umum yang tidak terbantahkan. Secara keseluruhan, tenses present ini terbagi menjadi empat jenis tenses yang masing-masing memiliki peran spesifik dalam menyusun struktur kalimat, berikut ini detailnya.
A. Simple Present Tense
Jadi, simple present tense berfungsi untuk menyatakan fakta, kebenaran umum, atau kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang (rutinitas). Rumus dasarnya cukup sederhana, yaitu menggunakan Kata Kerja bentuk pertama (Subject + Verb 1 + s/es). Sehingga, bagi pelajar yang ingin menceritakan kegiatan sehari-hari, simple present tense jadi adalah pilihan yang paling tepat.
Contoh Kalimat:
- I drink water every morning. (Saya minum air setiap pagi.)
- She works in a bank. (Dia bekerja di sebuah bank.)
- The sun rises in the east. (Matahari terbit di timur.)
Menguasai tenses ini memberikan kemudahan saat memperkenalkan diri atau menceritakan hobi. Namun, perhatikan penambahan akhiran -s atau -es pada subjek orang ketiga tunggal agar tata bahasa tetap akurat.
B. Present Continuous Tense
Kemudian, ada present continous tense, tenses ini menjelaskan aksi yang sedang berlangsung tepat pada saat dibicarakan. Rumusnya menggunakan to be (am/is/are) lalu diikuti kata kerja berakhiran -ing (Subject + am/is/are + Verb-ing). Jadi, bentuk ini sangat efektif untuk menggambarkan situasi yang sedang terjadi di depan mata secara real-time.
Contoh Kalimat:
- I am writing an article now. (Saya sedang menulis sebuah artikel sekarang.)
- They are playing football in the field. (Mereka sedang bermain bola di lapangan.)
- Listen! The bird is singing. (Dengar! Burung itu sedang bernyanyi.)
Pemakaian Present Continuous sangat membantu dalam memberikan instruksi atau laporan kejadian yang sedang berlangsung.
C. Present Perfect Tense
Ketiga, ada Present Perfect Tense yang menghubungkan masa lalu dengan masa sekarang. Fokusnya bukan pada kapan kejadian itu terjadi, melainkan pada hasil atau pengalaman yang sudah selesai dilakukan. Adapun rumus untuk tenses ini adalah Subject + have/has + Verb 3.
Contoh Kalimat:
- I have finished my homework. (Saya sudah menyelesaikan tugas rumah saya.)
- We have visited Bali twice. (Kami sudah mengunjungi Bali dua kali.)
- He has lost his key. (Dia telah kehilangan kuncinya.)
Jadi, tenses ini sangat pas pelajar gunakan saat ingin pamer pengalaman atau melaporkan tugas yang baru saja selesai.Namun, jangan gunakan keterangan waktu yang spesifik seperti yesterday karena tenses ini lebih menitikberatkan pada aspek “sudah dilakukan”.
D. Present Perfect Continuous Tense
Selanjutya, ada present perfect continous tense, tenses terakhir dalam kategori present ini menekankan pada durasi suatu aksi yang dimulai di masa lalu dan masih berlangsung hingga sekarang. Rumusnya adalah Subject + have/has + been + Verb-ing. Jadi, tenses ini memberikan gambaran bahwa sebuah aktivitas memerlukan proses waktu yang berkelanjutan.
Contoh Kalimat:
- I have been waiting for you for an hour. (Saya sudah sedang menunggu kamu selama satu jam.)
- It has been raining since morning. (Hari sudah sedang hujan sejak pagi.)
- They have been living here for ten years. (Mereka sudah sedang tinggal di sini selama sepuluh tahun.)
Penekanan pada durasi membuat lawan bicara paham seberapa lama sebuah kegiatan telah berjalan. Jadi, jika dapat pertanyaan ada berapa tenses dalam bahasa Inggris jenis present? Jawab saja ada empat.
2. Tenses Past
Setelah menguasai tenses present, pelajar harus melangkah ke kelompok tenses past yang berfungsi untuk menceritakan kenangan atau peristiwa yang sudah berlalu. Memahami kategori ini sangat membantu saat ingin bercerita (storytelling) atau menulis laporan sejarah. Sama seperti sebelumnya, kategori masa lalu ini juga terdiri dari empat jenis tenses, berikrut ini penjelasannya.
A. Simple Past Tense
Pertama, ada simple past tense, tenses ini menyatakan aksi yang dimulai dan berakhir sepenuhnya di masa lalu pada waktu yang spesifik. Rumusnya menggunakan kata kerja bentuk kedua (Subject + Verb 2).
Contoh Kalimat:
- I bought a new laptop yesterday. (Saya membeli laptop baru kemarin.)
- We went to the beach last week. (Kami pergi ke pantai minggu lalu.)
- He watched a movie two days ago. (Dia menonton film dua hari yang lalu.)
Jadi, setiap kali ingin menceritakan kejadian kemarin atau tahun lalu, gunakanlah pola kalimat ini. Adapun ciri khas utama tenses ini terletak pada keterangan waktunya yang sangat jelas.
B. Past Continuous Tense
Selanjutnya, ada past continous tense, adapun tenses ini menggambarkan suatu aksi yang sedang berlangsung di masa lalu ketika kejadian lain terjadi. Rumusnya adalah Subject + was/were + Verb-ing. Jadi, bentuk ini menciptakan latar belakang cerita yang lebih hidup dan dinamis bagi para pembaca atau pendengar.
Contoh Kalimat:
- I was sleeping when the phone rang. (Saya sedang tidur ketika telepon berdering.)
- They were eating dinner at 7 PM yesterday. (Mereka sedang makan malam pada jam 7 malam kemarin.)
- She was cooking while I was cleaning. (Dia sedang memasak sementara saya sedang bersih-bersih.)
Penggunaan kata when dan while sangat dominan dalam tenses ini untuk menghubungkan dua peristiwa.
C. Past Perfect Tense
Kemudian, dalam kategori past tenses terdapat past perfect tense yang terpakai untuk menyatakan kejadian yang sudah selesai sebelum kejadian lain terjadi di masa lalu. Rumusnya adalah Subject + had + Verb 3. Jadi, tenses ini berfungsi untuk menunjukkan urutan peristiwa mana yang terjadi lebih awal di masa lampau.
Contoh Kalimat:
- I had eaten before I went to work. (Saya sudah makan sebelum saya pergi bekerja.)
- The train had left when we arrived. (Kereta sudah berangkat ketika kami sampai.)
- She had cleaned the room before the guests came. (Dia sudah membersihkan ruangan sebelum tamu-tamu datang.)
Struktur ini sangat berguna dalam penulisan narasi formal atau laporan kronologis. Selain itu, tenses ini sering kali berpasangan dengan Simple Past Tense untuk memperjelas alur waktu.
D. Past Perfect Continuous Tense
Selanjutnya, ada past perfect continouse tense, tenses yang menekankan durasi suatu aksi yang terus berlangsung di masa lalu sebelum aksi lain terjadi. Rumusnya adalah Subject + had + been + Verb-ing. Jadi, tenses ini memberikan penekanan betapa lamanya sebuah proses terjadi sebelum akhirnya terhenti oleh peristiwa lain.
Contoh Kalimat:
- I had been studying for two hours before I slept. (Saya sudah sedang belajar selama dua jam sebelum saya tidur.)
- They had been playing for a long time when it rained. (Mereka sudah sedang bermain lama ketika hujan turun.)
- He had been working there for years before he resigned. (Dia sudah sedang bekerja di sana selama bertahun-tahun sebelum dia mengundurkan diri.)
Mempelajari tenses ini membantu pelajar dalam menjelaskan alasan di balik suatu kondisi di masa lalu.
3. Tenses Future
Selain present tenses dan past tenses, ada juga future tenses atau tenses future. Adapun tenses future berfungsi untuk membicarakan rencana, harapan, atau prediksi yang akan terjadi di masa mendatang. Penguasaan tenses ini sangat krusial bagi pelajar untuk menyusun strategi atau sekadar membuat janji temu dengan teman, berikut ini beberapa jenis tenses future.
A. Simple Future Tense
Pertama, ada simple future tense, yang satu ini berguna untuk menyatakan aksi yang akan dilakukan di masa depan secara spontan atau berupa prediksi umum. Adapun rumus untuk simple future tense ini adalah Subject + will + Verb 1. Jadi, setiap kali ingin menawarkan bantuan atau membuat keputusan mendadak, gunakanlah will.
Contoh Kalimat:
- I will call you tonight. (Saya akan menelepon kamu malam ini.)
- We will travel to Japan next year. (Kami akan bepergian ke Jepang tahun depan.)
- It will rain tomorrow. (Besok akan hujan.)
Selain menggunakan will, pelajar juga bisa menggunakan be going to untuk rencana yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
B. Future Continuous Tense
Lalu, ada future continous tense yang berfungsi untuk menggambarkan aksi yang akan sedang berlangsung pada waktu tertentu di masa depan dalam bahasa Inggris. Rumusnya adalah Subject + will + be + Verb-ing. Adapun contoh kalimatnya berikut ini.
Contoh Kalimat:
- I will be working at 10 AM tomorrow. (Saya akan sedang bekerja pada jam 10 pagi besok.)
- They will be sleeping when you arrive. (Mereka akan sedang tidur ketika kamu sampai.)
- We will be waiting for you at the airport. (Kami akan sedang menunggu kamu di bandara.)
Tenses ini memberikan kesan bahwa sebuah kegiatan memiliki durasi di masa depan. Namun, selalu perhatikan penggunaan keterangan waktu yang spesifik agar makna “sedang berlangsung” dapat tersampaikan dengan jelas.
C. Future Perfect Tense
Kemudian, ada future perfect tense yang menyatakan bahwa suatu aksi akan sudah selesai dilakukan pada waktu tertentu di masa depan. Rumusnya menggunakan Subject + will + have + Verb 3. Berikut ini contoh kalimat yang pakai future perfect tense.
Contoh Kalimat:
- I will have graduated by next year. (Saya akan sudah lulus pada tahun depan.)
- We will have finished the project by Friday. (Kami akan sudah menyelesaikan proyek tersebut pada hari Jumat.)
- They will have left before you come. (Mereka akan sudah pergi sebelum kamu datang.)
Penggunaan kata depan by (menjelang/pada saat) menjadi ciri khas utama dalam tenses ini. Jadi, tenses ini sangat tepat pelajar pakai ketika ingin menetapkan target atau deadline sebuah pekerjaan.
D. Future Perfect Continuous Tense
Tenses terakhir dalam kategori future tenses adalah future perfect continous tense. Yang satu ini berfungsi untuk menekankan pada durasi suatu aksi yang akan sudah sedang berlangsung hingga titik waktu tertentu di masa depan. Rumusnya adalah Subject + will + have + been + Verb-ing. Jadi, tenses ini terpakai untuk menghitung seberapa lama sebuah proses telah berjalan di masa mendatang.
Contoh Kalimat:
- By next month, I will have been living here for a year. (Menjelang bulan depan, saya akan sudah sedang tinggal di sini selama setahun.)
- They will have been playing for two hours by 5 PM. (Mereka akan sudah sedang bermain selama dua jam menjelang jam 5 sore.)
- She will have been working for ten years by 2030. (Dia akan sudah sedang bekerja selama sepuluh tahun menjelang tahun 2030.)
Meskipun jarang terpakai dalam percakapan santai, tenses ini sangat penting dalam penulisan formal atau akademik. Jadi, jika dapat pertanyaan ada berapa tenses di bahasa Inggris pada kategori future tenses? Jawab saja ada empat jenis.
4. Tenses Past Future
Kategori terakhir adalah tenses past future, yang sering terpakai untuk menyatakan aksi yang seharusnya terjadi di masa lalu namun tidak terlaksana (pengandaian). Kategori ini sering kali muncul dalam kalimat tidak langsung atau penyesalan. Sama seperti kategori sebelumnya, tenses past future ini punya empat jenis, berikut penjelasannya.
A. Simple Past Future Tense
Pertama, di kategori tenses past future ada simple past future tense. Tenses ini berfungsi untuk menyatakan aksi yang akan dilakukan dari sudut pandang masa lalu. Rumusnya adalah Subject + would + Verb 1. Adapun berikut ini contoh kalimat dengan menggunakan simple past future tense.
Contoh Kalimat:
- I would go to the party if I were invited. (Saya akan pergi ke pesta jika saya diundang.)
- She said that she would help me. (Dia berkata bahwa dia akan membantu saya.)
- We would buy that car if we had money. (Kami akan membeli mobil itu jika kami punya uang.)
Penggunaan kata would memberikan kesan pengandaian atau kesopanan yang lebih tinggi. Namun, pastikan untuk tidak tertukar dengan penggunaan will yang murni untuk masa depan.
B. Past Future Continuous Tense
Kemudian, ada past future continous tense, tenses ini menggambarkan aksi yang seharusnya sedang berlangsung di masa lalu. Rumusnya adalah Subject + would + be + Verb-ing. Jadi, bentuk ini menekankan pada durasi pengandaian yang dilakukan di masa lampau.
Contoh Kalimat:
- I would be sleeping now if I didn’t work. (Saya seharusnya sedang tidur sekarang jika saya tidak bekerja.)
- They would be traveling if they won the lottery. (Mereka seharusnya sedang bepergian jika mereka memenangkan lotre.)
- She would be waiting for us if we told her. (Dia seharusnya sedang menunggu kita jika kita memberi tahu dia.)
Tenses ini memberikan nuansa penyesalan atau kontras terhadap kenyataan yang terjadi saat ini.
C. Past Future Perfect Tense
Ketiga, ada past future perfect tense yang berfungsi untuk menyatakan aksi yang seharusnya sudah selesai di masa lalu namun kenyataannya tidak terjadi. Rumusnya adalah Subject + would + have + Verb 3. Simak contoh kalimatnya berikut ini supaya mendapat gambaran fungsi tenses ini.
Contoh Kalimat:
- I would have passed the exam if I had studied hard. (Saya akan sudah lulus ujian jika saya sudah belajar keras.)
- We would have arrived on time if we hadn’t missed the bus. (Kami akan sudah sampai tepat waktu jika kami tidak ketinggalan bus.)
- He would have married her if she had stayed. (Dia akan sudah menikahinya jika dia tetap tinggal.)
Struktur ini sangat krusial dalam diskusi mengenai evaluasi atau analisis kegagalan di masa lalu.
D. Past Future Perfect Continuous Tense
Tenses terakhir dan yang paling kompleks adalah Past Future Perfect Continuous. Tenses ini menekankan pada durasi suatu aksi yang seharusnya sudah sedang berlangsung di masa lalu. Adapun rumusnya adalah Subject + would + have + been + Verb-ing.
Contoh Kalimat:
- I would have been working there for five years if I hadn’t resigned. (Saya seharusnya sudah sedang bekerja di sana selama lima tahun jika saya tidak mengundurkan diri.)
- They would have been playing for an hour if it hadn’t rained. (Mereka seharusnya sudah sedang bermain selama satu jam jika tidak hujan.)
- She would have been living in Paris for a month by then. (Dia seharusnya sudah sedang tinggal di Paris selama sebulan pada saat itu.)
Meskipun sangat jarang terpakai dalam komunikasi sehari-hari, memahami tenses ini akan menyempurnakan pemahaman tata bahasa pelajar.
Kesimpulan
Setelah membaca artikel ini, pelajar tentu sudah paham ada berapa tenses dalam bahasa Inggris. Menguasai 16 tenses dalam bahasa Inggris memang membutuhkan waktu dan latihan yang konsisten. Dengan memahami pembagian empat kategori besar yaitu Present, Past, Future, dan Past Future, pelajar bisa lebih mudah memetakan kapan sebuah bentuk kata kerja harus mereka gunakan.










