Ketikmedia.com – Ganti oli mobil jadi perawatan rutin yang tak boleh diabaikan. Mengapa demikian? Karena oli jadi komponen pelumas yang keberadaannya berperan vital pada mesin mobil. Selain itu, oli yang lama tidak kamu ganti bisa mempengaruhi performa bahkan bisa merusak mesin mobil. Oleh sebab itulah, penting bagi kamu untuk mengetahui tanda oli mobil harus diganti.
Secara umum, tanda bahwa oli mobil harus segera kamu ganti adalah suara mesin yang kasar, asap knalpot berwarna gelap, indikator lampu oli menyala, mesin kurang responsif, hingga warna oli yang sudah menjadi hitam pekat dan berwarna keruh.
Nah, pada artikel ini Ketik Media akan membahas detail terkait tanda-tanda oli mobil harus diganti serta informasi penting lainnya. Yuk, simak!
Ciri-Ciri Oli Mobil Harus Diganti
Seperti yang sudah kamu ketahui bahwa oli merupakan komponen penting untuk menjaga performa mesin, menjadikan kami harus rutin menggantinya dengan oli baru. Jika tidak, maka akan cukup berisiko terhadap penurunan performa hingga keausan pada komponen mesin.
Untuk menghindari berbagai risiko yang tidak kamu inginkan, ada beberapa tanda oli mobil sudah harus diganti, yaitu:
1. Mesin Mobil Kurang Responsif
Tanda oli mobil harus ganti yang seringkali tidak disadari adalah penurunan tingkat responsif ketika mobil digunakan. Oli yang berperan sebagai pelumas ini akan memastikan bahwa komponen mesin berjalan dengan lancar.
Tetapi, jika mesin mobil tiba-tiba jadi kurang responsif, kemungkinan besar olinya sudah usang atau telah terkontaminasi sehingga kehilangan kemampuan pelumasnya yang tidak lagi efektif. Hal tersebut otomatis menyebabkan mesin jadi lebih berat dari biasanya.
2. Suara Mesin Jadi Lebih Kasar
Selanjutnya, tanda oli mesin mobil harus diganti adalah suara mesinnya yang berubah jadi kasar. Fungsi oli sebagai pelumas adalah memisahkan komponen mesin, mengurangi gesekan, serta mencegah keausan.
Tapi, jika oli tersebut sudah lama tidak kamu ganti, maka akan membuat fungsinya menurun. Ketika hal itu terjadi, otomatis komponen mesin tidak terlapisi sempurna yang menyebabkan suara mesin mobil jadi lebih kasar dan berisik.
Jika hal tersebut kamu biarkan terlalu lama, maka bisa menyebabkan kerusakan permanen pada komponen mesinnya. Jadi, ketika mesin mobil sudah mengeluarkan suara kasar, maka hal tersebut bisa jadi pertanda bahwa oli sudah waktunya ganti baru.
3. Oli Berwarna Hitam Pekat
Oli yang masih berfungsi optimal untuk melumasi mesin mobil adalah berwarna cokelat keemasan. Tapi, jika oli mobilmu ternyata sudah berwarna hitam pekat atau keruh, maka hal tersebut pertanda bahwa kamu harus segera menggantinya.
Adanya perubahan warna ini terjadi karena oli sudah terkontaminasi oleh debu, partikel kotoran, hingga serpihan logam dari mesin mobil itu sendiri. Akibatnya, oli yang sudah terkontaminasi tidak lagi efektif sebagai pelumas mesin dan justru akanberpotensi merusak jika kamu biarkan dalam jangka waktu yang lama.
Untuk mengecek warna oli, ikuti langkah berikut:
- Sebelum mengeceknya, pastikan mesin mobil dalam kondisi dingin.
- Buka kap mobil dan temukan dipstick berwarna kuning.
- Cabut dipstick dari lubangnya dan bersihkan menggunakan tisu atau kain lap.
- Lalu, masukkan lagi dipsticknya ke dalam lubang dan tarik kembali.
- Pada dipstick tersebut kamu bisa melihat warna oli, jika sudah berwarna hitam tanpa ada kandungan minyak berwarna bening, maka harus segera menggantinya.
4. Indikator Lampu Oli Menyala
Pada dashboard mobil, terdapat fitur indikator berbentuk corong dengan tetesan oli yang berfungsi sebagai peringatan kepada pengguna jika terdapat masalah pada oli. Jika lampu indikator tersebut menyala, maka tanda bahwa oli mobil harus segera kamu ganti.
Sebab, indikator oli yang menyala tersebut akan menandakan bahwa oli sudah kotor, kadar oli rendah, atau menunjukkan masalah teknis yang serius.
5. Asap Knalpot Mobil Berwarna
Secara umum, asap knalpot mobil yang sehat adalah tidak berwarna atau transparan. Tapi, jika kamu melihat asap mobilmu mulai berwarna hitam atau gelap, maka tanda oli minta di ganti.
Sebab,munculnya asap kalpot berwarna ini karena adanya pembakaran oli di dalam mesin mobil yang tidak seharusnya terjadi.
Kapan Waktu yang Tepat Ganti Oli Mobil?
Meski mengganti oli jadi salah satu perawatan yang penting untuk mobil, pastikan kamu melakukan penggantian oli di waktu yang tepat. Sebab, frekuensi penggunaan mobil pada masing-masing orang tentu berbeda, sehingga ada beberapa indikator terkait waktu yang tepat untuk ganti oli.
1. Setiap 3 Bulan Sekali
Jika intensitas pemakaian mobilmu cukup tinggi dan itu terjadi setiap hari, maka sebaiknya ganti oli maksimal 3 bulan sekali. Apalagi bagi mobil lama atau yang sudah kamu gunakan selama >10 tahun, tidak ada salahnya jika mengganti oli setiap 3 bulan sekali untuk menjaga performa mesinnya.
Tapi jika kualitas mesin mobil sudah menurun dan mobil sudah menempuh jarak 10.000 km dalam waktu 3 bulan atau sebelumnya, maka kamu juga bisa mulai mengganti olinya dengan yang baru.
2. Setiap 6 Bulan Sekali
Untuk mobil yang terbilang masih baru tapi rentang pemakaiannya setiap hati, maka 6 bulan sekali adalah waktu yang ideal untuk mengganti oli mesin mobil. Mengganti oli secara rutin dan tepat waktu akan menjaga performa mobil tetap responsif, lincah, dan bertenaga.
3. Tergantung Penggunaan
Mengganti oli mobil di 3 bulan sekali penting jika intensitas pemakaian mobilmu cukup tinggi bahkan sudah menempuh 10.000 km. Tapi, jika penggunaan mobilmu masih terbilang standar dan belum menyentuh 10.000 km selama 6 bulan, maka sebaiknya kamu tetap harus menggantinya dan jangan menundanya.
Dampak Jika Tidak Segera Ganti Oli Mobil
Setelah tahu tanda oli mobil minta ganti dan kapan waktu terbaiknya, sebaiknya kamu tidak lagi menundanya. Tapi, jika ternyata kamu masih mengabaikan penggantian oli di waktu yang telah tertera di buku panduan, maka akan memberikan dampak buruk, seperti:
1. Mesin Mobil Cepat Panas
Oli yang sudah tidak berfungsi secara efektif tentu sudah tidak lagi mampu mendinginkan komponen logam pada mesin. Akibatnya, mesin cepat panas dan muncul risiko overheating yang bisa merusak komponen mobilmu.
2. Penurunan Kinerja Mesin
Penurunan fungsi oli juga berdampak pada kinerja mesin yang ikut menurun. Menurunnya kinerja mesin ini terjadi jika oli sudah terlalu encer dan usang. Akibatnya, bunyi mesin mobil jadi lebih kasar hingga mobil terasa berat.
3. Boros BBM
Oli yang lama tidak kamu ganti juga mengakibatkan pemborosan pada bahan bakar. Sebab, kualitas oli yang sudah menurun akan membuat tarikan mesin terasa berat. Hal ini tentu akan mengakibatkan penggunaan tenaga ekstra dan menghabiskan banyak bahan bakar.
Kesimpulan
Oli mobil berfungsi sebagai pelumas yang penting untuk menjaga performa mesin mobil agar tetap stabil dan tidak mengalami keausan. Selain itu, oli juga berperan untuk mendinginkan mesin dan meredam suara agar terdengar lebih halus.
Oleh sebab itulah, penting melakukan penggantian oli tepat waktu. Dengan mengenali tanda oli mobil harus diganti, maka akan menjaga perfoma dan kinerja mesin mobil tetap stabil.












