Ketikmedia.com – Oli adalah komponen paling krusial sebagai pelumas pada mesin kendaraan. Meski begitu, kamu harus tetap mengisinya dalam batas wajar dan tidak boleh terlalu banyak. Sebab, dalam berbagai kasus, penggunaan oli secara berlebih akan memberikan dampak buruk pada mesin. Sehingga, cara mengurangi oli mesin yang terlalu banyak juga harus kamu pahami.
Meski hal ini dianggap sepele, tapi jika kamu biasakan mengisi oli berlebihan pada mesin, maka ada efek buruk yang terjadi. Mulai dari penurunan kualitas oli, menghambat pergerakan piston kendaraan, berisiko bocor, hingga pelumasan mesin menjadi tidak maksimal.
Nah, untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya kamu harus mengisinya dengan kapasitas atau takaran yang pas. Tapi, jika sudah terlanjur mengisinya terlalu banyak, tenang saja. Sebab, Ketik Media akan memberikan informasi mengenai cara mengurangi oli mesin yang kelebihan.
Begini Cara Mengurangi Oli Mesin yang Kebanyakan
Mengisi oli yang berlebihan seringkali dijadikan alasan untuk menghindari kekurangan volume oli. Padahal kenyataannya, kelebihan pengisian oli pada mesin jadi hal yang sebaiknya kamu hindari.
Jika kamu sudah terlanjur mengisi oli mesin secara penuh, ada beberapa cara mengurangi oli mesin motor yang terlalu banyak dan bisa kamu lakukan sendiri tanpa ke bengkel. Adapun caranya, yaitu:
1. Mengendorkan Baut Penguras Oli
- Siapkan wadah penampung oli mesin
- Letakkan wadah tersebut tepat di bawah lubang penguras
- Mulai kendurkan baut secara perlahan dan jangan sampai terlepas
- Tunggu beberapa saat sampai oli mulai berkurang
- Jika sudah, kencangkan baut kembali
- Periksa volume oli apakah sudah sesuai kapasitasnya atau belum
Untuk cara ini cocok kamu terapkan jika mesin hanya kelebihan oli sedikit saja. Jadi, oli yang dikeluarkan tidak langsung banyak.
2. Menguras Seluruh Oli Mesin
- Siapkan wadah bersih
- Letakkan wadah di bawah penguras oli
- Buka baut penguras oli
- Setelah oli terkuras, kencangkan baut kembali
- Isi lagi oli mesin secara bertahap dengan memperhatikan dipsticknya
Pada cara ini cocok bagi kamu yang ingin menguras oli mesin secara total dan kembali melakukan pengisian dengan volume yang pas. Dari kedua cara mengurangi oli mesin mobil yang terlalu banyak di atas, kamu bisa pilih salah satu caranya sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan.
Dampak Mengisi Oli Mesin Terlalu Banyak
Meski oli sebagai komponen pelumas dalam suatu mesin, tetapi penggunaan yang berlebihan justru akan memberikan efek buruk bagi mesinnya. Sehingga, kamu perlu mengetahui apa saja efek isi oli mesin terlalu banyak.
Ketika mengisi oli yang berlebihan justru akan menurunkan kualitas oli itu sendiri. Hal ini bisa terjadi karena oli yang terlalu banyak membuat ruang oli engkol mulai menggenangi porosnya. Sehingga, secara perlahan akan menyebabkan mesin jadi lebih kasar.
Oli yang sebelumnya punya kualitas bagus justru komponennya bisa rusak jika penggunaannya berlebihan. Tidak hanya menjadikan mesin aus, tetapi juga bisa menyebabkan kerusakan pada mesinnya.
2. Kinerja Koplingnya Terganggu
Kinerja kopling mesin bisa terganggu efek dari pengisian oli secara berlebihan. Terutama bagi kendaraan yang menggunakan transmisi manual yang biasanya menggunakan komponen kopling basah.
Jadi, jika olinya terlalu banyak, maka akan menyebabkan kopling mengalami slip. Sehingga hal ini mengakibatkan tenaga mesin akan berkurang dan mesin berpotensi mengalami kerusakan. Parahnya lagi, kendaraan juga bisa berpotensi turun mesin jika kamu biarkan terlalu lama.
3. Pelumasannya Tidak Maksimal
Selanjutnya, efek jika oli mesin terlalu penuh adalah tidak maksimalnya performa oli sebagai pelumas mesin. Hal ini bisa terjadi sebab pompa oli harus bekerja lebih keras untuk menyalurkan ole ke semua bagian komponen mesin. Jika kamu biarkan hal ini terlalu lama atau jangka panjang, maka akan menyebabkan kerusakan parah pada mesin kendaraan.
4. Pergerakan Piston Kendaraan Terhambat
Piston adalah komponen mesin yang berbentuk silinder dan cara kerjanya bergerak naik-turun di dalam blok silinder untuk mengubah energi panas hasil pembakaran bahan bakar menjadi energi mekanis.
Ketika volume oli pada mesin terlalu penuh, otomatis pistonnya ini harus bekerja ekstra untuk menjaga kinerja mesin kendaraan. Hal ini mengakibatkan pergerakan piston jadi tidak optimal dan berpotensi mengalami kerusakan.
5. Berisiko Bocor
Volume oli yang penuh pada mesin juga akan berisiko mengalami kebocoran. Oli yang terlalu banyak nantinya akan meluber ke komponen mesin lainnya. Bahkan, oli bisa masuk ke komponen yang tidak seharusnya. Jika kebocoran oli ini sudah terjadi, maka bisa kamu kenali dari asap knalpotnya yang berwarna putih pekat.
Dari berbagai dampak atau efek buruk pengisian oli terlalu penuh di atas, maka kamu bisa meminimalisir dengan pengisian oli dalam kapasitas yang wajar. Dengan begitu, maka akan menghindari berbagai resiko yang akan terjadi pada mesin.
Ini Cara Pengisian Oli Mesin dengan Benar
Setelah mengetahui bagaimana cara mengurangi oli mesin yang terlalu banyak dan tahu apa saja efek buruknya, sekarang kamu juga harus tahu cara pengisian oli yang pas. Mengingat kelebihan dan kekurangan pengisian oli bisa berdampak kurang baik pada mesin, otomatis kamu harus melakukan pengisian oli dengan volume dan cara yang tepat.
Jadi, sebelum melakukan pengisian oli mesin, ada beberapa cara yang harus kamu pahami terkait pengisian oli dengan benar, antara lain:
- Sebaiknya Ganti Oli saat Mesin Hangat – kamu bisa menyalakan mesin 2 – 3 menit agar mesinnya hangat dan siap menampung oli baru. Tapi, hindari pengisian oli saat mesin dalam kondisi panas, sebab akan berisiko oli menjadi sulit turun.
- Isi Oli Sesuai Takaran – usahakan jangan melebihkan atau mengurangi takaran oli yang seharusnya diisi pada mesin. Tujuannya untuk menghindari efek buruk yang terjadi pada kinerja mesinnya.
- Siapkan Wadah Penampung Oli – siapkan wadah penampung oli bekas agar tidak meluber kemana-mana. Selain itu, pastikan semua oli bekas sudah keluar dari mesin sebelum mengisinya dengan oli baru.
- Panaskan Mesin Setelah Ganti Oli – jika pengisian oli sudah selesai, lanjut untuk memanaskan mesinnya. Kamu bisa menyalakan mesin 1 – 5 saja agar oli bisa mengalir ke semua komponen dengan lancar dan memastikan semua komponennya terlumasi dengan baik.
Dengan mengetahui cara yang benar untuk pengisian oli mesin di atas, maka akan meminimalisir kemungkinan buruk yang terjadi pada mesin.
Kesimpulan
Oli sebagai pelumas komponen mesin harus diisi dengan takaran yang sesuai. Jika volume pengisian berlebihan atau terlalu banyak, alih-alih komponen bisa berjalan lancar. Tapi justru akan memberikan efek buruk pada komponen mesinnya.
Tapi jika kamu sudah terlanjur mengisi oli terlalu penuh, maka ada 2 cara mengurangi oli mesin yang terlalu banyak, yaitu mengendorkan baut penguras atau menguras seluruh oli mesin. Selain itu, jika kamu ingin mengisi oli secara mandiri tanpa ke bengkel, pahami dulu bagaimana cara pengisian oli mesin yang benar seperti penjelasan di atas.






