Ketikmedia.com – Oli adalah komponen paling krusial pada motor matic. Selain jadi pelumas, oli juga berperan sebagai pendingin, pembersih, serta pelindung mesin motor. Dengan perannya yang krusial itu, tentu kamu tidak boleh membiarkan mesin motor sampai kehabisan oli. Jika hal itu terjadi, maka akibat oli motir matic habis akan sangat fatal.
Akibat oli motor matic habis bisa sangat merugikan, motor bisa jadi boros bahan bakar, daya tahan mesin turun, piston rusak, hingga parahnya bisa sampai turun mesin. Oleh sebab itulah, kamu harus rutin mengganti oli idealnya 2 – 3 bulan sekali. Selain itu, untuk menghindari dampak buruk lain yang terjadi, kamu juga harus rutin servis motor jika dirasa ada komponen yang mulai mengalami kerusakan.
Pada artikel ini Ketik Media akan membahas seputar akibat oli motor matic habis serta solusinya. Yuk, simak!
Dampak Buruk Oli Motor Matic Habis
Sebagai pemilik motor matic, ada baiknya untuk mengganti oli motor secara rutin untuk menjaga performanya tetap stabil. Jika tidak, maka resikonya akan cukup fatal, apalagi sampai membiarkan oli motor kering dalam waktu lama. Adapun akibat oli mesin motor matic habis yang harus kamu waspadai, antara lain:
1. Boros Bahan Bakar
Oli yang habis dan kering akan membuat mesin motor matic otomatis bekerja dengan lebih keras. Ketika mesin motor bekerja lebih keras, tentu membutuhkan tenaga yang lebih ekstra. Hal ini tentu saja akan berakibat pada borosnya penggunaan bahan bakar pada motor maticmu.
2. Piston Rusak
Piston adalah komponen utama mesin berbentuk silinder yang bergerak naik-turun di dalam blok silinder. Komponen ini umumnya berfungsi mengubah energi hasil pembakaran menjadi energi mekanik. Piston akan menghisap campuran udara dan bahan bakar, melakukan kompresi, dan mendorong gas buang. Komponen ini sangat vital untuk performa mesin dan transmisi daya.
Komponen ini akan mengalami kerusakan jika oli pada mesin motor habis dan kering. Sebab, oli kering akan meningkatkan friction coefficient antara ring piston dan dinding silindernya. Jadi, hal ini akan menyebabkan panas pada bahan bakar yang berujung overheat.
Motor matic yang kahabisan oli sudah bisa dipastikan akan mengalami performa mesin yang menurun. Sebab, oli jadi salah satu elemen yang turut menjaga daya tahan serta merawat performa mesin agar tetap terjaga dan awet.
Jika kondisi oli motornya kering, otomatis mesinnya kehilangan pelindung yang menyebabkan performanya menurun.
4. Turun Mesin (Overhaul)
Akibat yang paling fatal dari habisnya oli motor matic adalah turun mesin. Turun mesin jadi kerusakan paling parah dan membutuhkan perbaikan yang bersar. Saat motor maticmu mengalami turun mesin, maka harus dilakukan proses pembongkaran komponen internal mesin (baik sebagian atau seluruhnya) untuk perbaikan besar, pembersihan, atau penggantian suku cadang yang aus/rusak.
Proses perbaikan ini dilakukan pada motor yang mengalami kerusakan serius, tidak bisa diperbaiki dengan servis rutin, dan performanya turun drastis. Secara umum, ciri motor yang turun mesin adalah keluar asap putih, suara kasar, hingga performanya menurun drastis bahkan hilang.
Untuk menghindari motor kehabisan oli susah hidup dan terjadi turun mesin, maka pastikan oli motor matic harus terisi sesuai kapasitasnya dan rutin menggantinya 2 – 3 bulan sekali.
Kapan Waktu Ideal Ganti Oli Motor Matic?
Secara umum, pemilik motor matic harus tahu kapan waktu ganti oli yang tepat. Sebenarnya, untuk waktu mengganti oli ini ada 2 patokan yang harus kamu ketahui, yaitu berdasarkan jadwal servis dan ketika motor menunjukkan tanda-tanda minta olinya diganti. Ini penjelasannya:
1. Berdasarkan Jadwal Servis
Oli motor matic punya 2 jenis, yaitu oli mesin dan oli gardan. Keduanya punya waktu pergantian oli yang berbeda dan harus kamu tahu. Sebab, motor matic yang menggunakan jenis oli gardan bisa bertahan lebih lama daripada oli mesin.
Selain itu, setiap merek motor juga menganjurkan jadwal yang berbeda terkait kapan waktu yang tepat untuk ganti oli mesin. Tapi secara umum:
- Honda: Setiap jarak tempuh 1.500 – 3.000 km
- Yamaha: Setiap jarak tempuh 2.000 – 3.000 km
Sedangkan, jika pergantian oli gardan disarankan setiap jarak tempuh 8.000 – 10.000 km. Untuk kepastian waktunya, kamu bisa baca lebih detail di buku panduan motor.
2. Berdasarkan Tanda-Tandanya
Biasanya, motor matic akan memunculkan tanda-tanda yang membuat pemiliknya harus mengganti oli sesegera mungkin. Berikut ini adalah tanda-tanda motor matic sudah minta diganti olinya:
- Warna oli sudah jadi gelap pekat yang disebabkan karena kotoran dan debu pada olinya.
- Bunyi mesin yang sudah berisik yang terjadi karena ada gesekan lebih tinggi akibat kotoran yang menempel.
- Penurunan level oli yang sangat drastis meski belum jadwal ganti oli.
- Konsumsi bahan bakar yang boros.
- Tarikan mesin lebih berat dan kurang responsif.
Jika kamu merasakan tanda-tanda ini pada motor maticmu, sebaiknya langsung kamu bawa ke bengkel untuk mengganti oli atau menservisnya. Jika kamu mengabaikannya, maka akibatnya akan merusak komponen mesinnya.
Solusi Jika Oli Motor Matic Habis
Jika oli motor matic habis, kamu harus segera ambil tindakan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Adapun langkah-langkah yang bisa kamu ambil untuk mengatasinya adalah sebagai berikut:
- Mulai Periksa level oli
- Tambahkan oli yang sesuai dengan spesifikasi pabrikan
- Lakukan penggantian oli mesih secara menyeluruh
- Periksa dan perbaiki komponen mesin
- Lakukan pemeriksaan berkala dan penggantian oli sesuai jadwal
Kisaran Biaya Perbaikan Motor Matic yang Kehabisan Oli
Melihat akibat motor matic kehabisan oli mesin yang cukup fatal, menjadikan kamu harus lebih rutin untuk menggantinya. Jika motor matic terlanjur mengalami kerusakan, tentu biaya perbaikannya tidaklah murah. Berikut estimasi biaya perbaikan motor matic kehabisan oli yang bisa jadi refrerensimu:
1. Ganti Oli dan Filter
Estimasi Biaya Perbaikan: Rp 200 Ribu – Rp 500 Ribu
Ganti oli dan filter ini diperuntukkan bagi motor matic yang kehabisan oli tanpa ada kerusakan komponen lain. Selain itu, pengisian oli ini sudah termasuk penggantian filter oli.
2. Perbaikan Ringan
Estimasi Biaya Perbaikan: Rp 500 Ribu – Rp 1 Juta
Perbaikan ringan mencakup servis minor di bagian saluran oli, klep, hingga pelumasan oli yang mengalami masalah ringan.
3. Perbaikan Sedang
Estimasi Biaya Perbaikan: Rp Rp 1 Juta – Rp 2 Juta
Perbaikan sedang mencakup perbaikan pada kerusakan ring piston, silinder, atau pendingin mesin. Pada perbaikan ringan ini mesin motornya masih bisa diperbaiki tanpa turun mesin (overhaul).
4. Perbaikan Berat (Turun Mesin)
Estimasi Biaya Perbaikan: Rp 3 Juta – Rp 5 Juta
Perbaikan besar atau turun mesin ini untuk motor matic yang mengalami kerusakan secara menyeluruh. Mulai dari perbaikan piston yang macet, dinding silinder tergores, dan komponen mesin lain yang butuh pergantian secara total dan menyeluruh.
Kesimpulan
Motor matic yang kehabisan oli akan memberikan dampak buruk pada mesin. Mulai dari boros bahan bakar, piston rusak, performa mesin menurun, hingga berpotensi turun mesin. Nah, untuk menghindari hal tersebut, maka ada beberapa solusi alternatif yang bisa kamu terapkan untuk mencegah dampak buruk akibat oli motor matic habis.












