Leukemia: Jenis, Tahap, dan Cara Menanganinya

leukemia

Ketikmedia.com – Leukemia atau kanker darah merupakan salah satu jenis kanker yang menyerang organ darah. Meski organ yang terserang adalah darah, tetapi jenis kanker ini bermula pada sumsum tulang. Gangguan pada darah menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan mempertahankan kondisi tubuh.

Gangguan yang timbul mulai dari kendala distribusi nutrisi, kesulitan mengatasi infeksi, hingga masalah kesehatan berat. Kanker darah terjadi saat sumsum tulang memproduksi terlalu banyak sel darah putih (limfosit). Sel tersebut merupakan bagian dasar dari sistem kekebalan tubuh.

Eksistensinya yang berlebihan menyebabkan fungsi yang tidak semestinya. Pada kasus yang umum, sel darah putih akan menyerang sel darah merah yang berada dalam keadaan sehat. Kondisinya membuat pasien mengalami penurunan kondisi kesehatan secara drastis.

Mengenali Jenis Leukemia

Mengenali Jenis Leukemia

Pengelompokkan kanker darah berkembang sesuai dengan jenis sel punca (stem cell) yang termutasi. Sel punca merupakan sebutan untuk sel yang belum memiliki diferensiasi. Jenis sel ini memiliki potensi menjadi jenis sel yang berbeda dalam tubuh.

Dalam kondisi umum, sel punca akan berkembang menjadi sel jantung, darah, dan tulang. Sel-sel tersebut merupakan bagian dari organ yang secara berkala mengalami siklus hidup pendek dalam tubuh. Sel punca secara alami bisa memperbanyak diri untuk memperbaiki organ sesuai dengan fungsinya.

Acute Lymphocytic Leukemia (ALL)

Jenis kanker darah ALL menyebabkan kerusakan sel punca limfoid. Kanker darah ini berkembang dengan cepat dibanding tipe lainnya. ALL merupakan tipe yang paling umum muncul pada anak-anak. Jenis kanker darah ini biasanya terjadi pada anak 2-4 tahun.

Acute Myeloid Leukemia (AML)

AML adalah jenis kanker darah yang merusak sel punca myeloid atau sumsum tulang. Jenis kanker ini cenderung tumbuh secara cepat. Dengan serangan pada sumsum tulang, produksi darah akan terganggu dan mulai berdampak pada keseluruhan kondisi tubuh.

Chronic lymphocytic leukemia (CLL)

Jenis kanker darah CLL menyebabkan kerusakan pada sel punca limfoid. Tipe kanker darah ini umum berkembang secara lambat. CLL paling sering terjadi pada orang dewasa dan jarang muncul pada anak.

Baca Juga:  NaCL Kapsul 500 Mg Obat Apa: Pengertian dan Manfaatnya

Chronic myeloid leukemia (CML)

CML merupakan jenis kanker darah yang merusak sel punca myeloid. Kategori kanker ini cenderung berkembang secara lamban. CML umumnya jarang terjadi pada anak-anak dan lebih banyak muncul di usia remaja.

Gejala dan Diagnosis

Gejala dan Diagnosis

Secara umum, gejala dan diagnosis kanker darah akan berbeda sesuai dengan jenis yang pasien alami. Penyebab leukemia yang berada di dalam darah membuat gejalanya serupa dengan berbagai penyakit lain. Hal tersebut membuat pengambilan kesimpulan harus melalui analisa profesional.

Pada tingkatan dini, sebagian besar pasien tidak menunjukkan gejala khusus apapun. Hal ini juga yang menjadi penyebab banyaknya kasus kanker darah cenderung tertangani dalam kondisi terlambat. Adapun beberapa gejala fisik yang umum antara lain sebagai berikut.

  • Penurunan berat badan secara singkat;
  • Demam tidak wajar;
  • Sariawan dalam jangka panjang;
  • Kulit menjadi pucat;
  • Rasa nyeri di beberapa bagian tubuh;
  • Sering mengalami infeksi;
  • Sering muncul memar;
  • Mengalami banyak pendarahan.

Beberapa gejala secara terpisah merupakan indikasi penyakit lain. Tetapi untuk kewaspadaan dan pencegahan dini, periksakan diri secara rutin. Khususnya jika memiliki relasi keluarga atau riwayat penyakit yang berhubungan dengan darah.

Cara Menangani Leukemia

Cara Menangani Leukemia

Penanganan kanker darah sangat bervariasi sesuai dengan jenis kanker, usia, kecepatan penyebaran, dan berbagai faktor lain. Metode penanganan yang tepat idealnya hanya berasal dari analisa tenaga medis profesional. Hindari diagnosa mandiri atau analisa dari kalangan awam yang tidak memiliki validasi jelas.

Pembedahan

Secara umum, penanganan leukemia tidak melibatkan prosedur pembedahan. Pasalnya, sel kanker pada jenis ini tidak berada pada satu titik tertentu yang memungkinkan prosedur pengangkatan. Sel kanker menyebar di dalam darah yang berada di seluruh bagian tubuh.

Keperluan pembedahan mungkin saja perlu berjalan untuk kebutuhan memasukkan kateter pada pembuluh darah besar. Umumnya hal ini terjadi di area dada atau lengan bagian atas. Kateter akan berguna sebagai jalur pemberian obat kemoterapi melalui intravena.

Prosedur bedah pada kanker darah tidak sama dengan kanker yang melibatkan organ lain. Proses bedah ini hanya merupakan bagian kecil dari terapi lain dan tidak bertujuan untuk mengangkat organ tertentu.

Baca Juga:  5 Macam Obat Paru-Paru Basah di Apotik

Kemoterapi

Metode kemoterapi menggunakan satu atau lebih obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Terapi ini dapat bervariasi sesuai dengan tujuan utama pelaksanaannya. Terapi ini merupakan pilihan paling umum bagi pasien kanker.

Meski cukup lazim, termasuk pada kasus kanker darah, pengobatan ini bukan tanpa kendala. Pasalnya, sebagian besar pasien mengalami beragam efek samping yang tidak mudah. Beberapa efek samping yang umum antara lain rasa mual, perubahan tekstur kulit, hingga rambut rontok selama proses terapi.

Terapi Tertarget

Terapi tertarget merupakan alternatif penanganan kanker dengan menggunakan obat-obatan. Metode ini akan membunuh sel kanker tertentu yang ada di dalam tubuh. Pilihan terapi ini bekerja pada tipe protein tertentu yang ada di dalam sel kanker.

Kesesuaian terapi dan kapasitas yang pasien dapatkan akan bergantung pada hasil analisa dokter dan tim medis profesional. Meski memiliki tingkat efektivitas lebih tinggi dari kemoterapi, tetapi kecocokan dengan kondisi pasien dapat beragam.

Terapi Sel Punca

Terapi sel punca adalah metode penanganan kanker darah dengan menanamkan stem cell baru ke dalam tubuh pasien. Sejauh perkembangannya, terapi ini merupakan opsi paling efektif menangani kanker darah dengan menyingkirkan penyebab leukemia dari asalnya.

Harapannya, sel punca baru tersebut akan berkembang menggantikan sel kanker darah. Dengan begitu, pasien akan memiliki kekebalan tubuh baru. Meski tampak sederhana, tapi prosesnya akan cukup rumit dan panjang bagi pasien serta tenaga medis yang terlibat.

Pencegahan Perawatan Pendukung

Pencegahan Perawatan Pendukung

Rekomendasi pencegahan kanker darah dapat terbagi menjadi dua kelompok besar, yakni pada kalangan dewasa dan anak-anak. Pasalnya, penyebab leukemia pada anak-anak lebih sering melibatkan faktor genetika daripada situasi eksternal seperti polusi atau konsumsi makanan harian.

Pencegahan pada Orang Dewasa

Penyebab leukemia pada dasarnya serupa dengan jenis kanker lain. Paparan zat asing dan berbahaya pada tubuh secara konsisten membuat sel kanker berkembang dengan mudah. Jadi, pencegahan utama pada orang dewasa cukup serupa dengan jenis kanker lain, yakni dengan membentuk pola hidup sehat.

Pola hidup sehat tersebut harus berkembang dalam aspek makanan, pola istirahat, dan aktivitas kebugaran. Di sisi lain, pemeriksaan kesehatan berkala menjadi cara ampuh untuk terhindar dari risiko lebih besar.

Sejak dini, pilihlah makanan yang seimbang dalam porsi serta pola yang tepat. Dalam faktor istirahat, pastikan memiliki pola tidur yang baik dan cukup. Pasalnya penyebab leukemia yang tidak terlalu disadari adalah asupan zat-zat penopang dan energi tambahan seperti kopi, rokok, ataupun alkohol.

Baca Juga:  Berapakah Jarak Minum Sangobion dengan Obat Lain?

Zat-zat tersebut sering masuk secara sukarela pada orang-orang dengan aktivitas tidak berpola. Asupan kafein, gula, dan alkohol tidak wajar menjadi kontributor besar dalam perkembangan sel kanker. Jangan lupa untuk melengkapi rutinitas olahraga yang cukup untuk menjaga kebugaran.

Pola hidup sehat akan menjaga orang dewasa dari paparan produk yang tidak perlu seperti rokok dan alkohol. Penyebab leukemia juga banyak berasal dari zat-zat yang rentan menimbulkan kecanduan. Paparan zat tersebut dalam jangka panjang berperan besar pada perkembangan sel kanker.

Pencegahan pada Anak

Penyebab leukemia pada anak lebih sering berasal dari faktor internal tubuh. Orang tua dengan riwayat diri dan keluarga kanker darah harus lebih waspada pada risiko yang terjadi pada anak-anaknya. Lakukan pemeriksaan dini sebelum rencana kehamilan untuk mengetahui dengan jelas risiko tersebut pada anak.

Secara berkala, cek kesehatan anak, khususnya dalam masa perkembangan awal. Deteksi dini akan sangat membantu penanganan lebih proporsional dan keberhasilan penyembuhan meningkat. Pastikan juga anak mendapat asupan gizi yang layak dan proporsional.

Apabila memungkinkan, pastikan anak berada dalam lingkungan fisik yang sehat dengan jauh dari polusi berbahaya. Orang tua dengan riwayat kanker darah harus sedini mungkin mempersiapkan ruang perkembangan yang ideal bagi fisik dan psikologis anak.

Tantangan Besar: Waktu dan Kesembuhan

Tantangan Besar: Waktu dan Kesembuhan

Kanker darah merupakan penyakit yang memiliki ancaman mengerikan. Sebaran yang tidak terkendali dan keberadaannya yang meluas di seluruh tubuh membuat bayangan tentang kanker darah semakin buruk. Beberapa kasus kanker darah juga membutuhkan terapi jangka panjang yang melelahkan.

Khususnya pada anak-anak, penyebab leukemia seringkali menjadi misteri. Orang dewasa yang berada di sekitar anak harus terus menguatkan diri berhadapan dengan kondisinya. Hal tersebut akan menjadi dorongan bagi anak untuk tetap bertahan.

Deteksi dini leukemia merupakan cara ampuh berhadapan dengan situasi. Mengetahui diri berada pada kondisi tersebut sejak awal membuat pertolongan dan penanganan lebih realistis. Motivasi dan dukungan keluarga juga selalu jadi kebutuhan pasien menjalani pertarungan panjang dengan kanker darah.