Pengertian Anxiety: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

anxiety

Anxiety atau biasa dikenal dengan kecemasan adalah sebuah respons emosional yang secara umum dapat dirasakan oleh banyak orang. Jika disederhanakan kecemasan dapat diartikan sebagai perasaan khawatir, takut, atau cemas mengenai situasi yang mungkin telah terjadi ataupun yang akan terjadi di masa depan.

Anxiety juga merupakan salah satu gangguan mental yang umum dijumpai di masyarakat saat ini. Kecemasan biasanya muncul ketika seseorang merasa terancam atau berada dalam situasi tekanan, baik itu secara fisik maupun mental.

Terdapat banyak orang mengalami perasaan cemas yang berlebihan tanpa alasan yang jelas, sehingga dapat memengaruhi kualitas hidup mereka. Dalam artikel Ketik Media ini, kita akan membahas beberapa penyebab utama dari gangguan kecemasan.

Penyebab Umum Gejala Anxiety

1. Faktor Genetik

Salah satu penyebab anxiety yang paling utama adalah faktor genetik karena sejumlah penelitian menunjukkan bahwa, seseorang yang mempunyai kecenderungan untuk mengalami gangguan anxiety biasanya dapat diturunkan dari keluarganya.

Misalnya jika seseorang memiliki anggota keluarga yang mengalami gangguan kecemasan, kemungkinan besar dia juga akan merasakan hal yang sama. Gen-gen tertentu dapat berperan dalam cara otak memproses emosi dan stres, yang dapat berkontribusi pada pengembangan gangguan ini.

2.  Trauma Masa Lalu

Pengalaman traumatis juga dapat memicu gangguan kecemasan seseorang yang telah mengalami kejadian traumatis seperti kecelakaan, kekerasan, atau kehilangan orang terkasih seringkali mengalami kecemasan berkepanjangan sebagai reaksi terhadap pengalaman tersebut.

Trauma dapat menyebabkan perubahan dalam cara seseorang memandang dunia dan berinteraksi dengan orang lain, sehingga menciptakan perasaan gelisah yang terus-menerus.

Baca Juga:  8 Cara Menghilangkan Jerawat di Pipi Secara Alami

3. Faktor Lingkungan

Anxiety juga bisa muncul dari pengaruh lingkungan seperti stres karena masalah keuangan, tekanan kerja, atau hubungan dengan orang lain yang buruk dapat menjadi pemicu kecemasan. Ketika seseorang berada dalam situasi yang terasa menekan secara terus-menerus maka respons tubuh terhadap stres dapat berubah menjadi kecemasan yang berkepanjangan.

Mengingat di era modern ini ada persaingan dalam berbagai aspek kehidupan seperti bidang pendidikan dan karier, sering kali menjadi salah satu beban stres bagi seseorang.

4. Psikologis

Faktor psikologis juga dapat menjadi peran signifikan dalam gangguan kecemasan. Misalnya, seseorang dengan pola pikir negatif atau perfeksionisme cenderung lebih rentan terhadap kecemasan. Mereka mungkin memiliki harapan yang tidak realistis terhadap diri sendiri dan orang lain, sehingga ketika situasi tidak sesuai harapan, perasaan cemas akan muncul.

Selain itu, mereka yang memiliki sejarah masalah kesehatan mental, seperti depresi, juga lebih mungkin mengalami gangguan kecemasan.

5. Gaya Hidup

Gaya hidup juga dapat memengaruhi tingkat kecemasan misalnya seseorang memiliki kebiasaan yang negatif seperti sering mengkonsumsi kafein yang berlebihan, kurang tidur, dan pola makan yang tidak seimbang dapat memperburuk kondisi kecemasan.

Akibat sering melakukan kebiasaan tersebut hingga tidak memperhatikan pola makan yang seimbang dapat mempengaruhi kesehatan mental. Makanan yang kaya gula dan lemak jenuh dapat berkontribusi pada perasaan cemas dan depresi.

Gejala Anxiety yang Perlu Diketahui

1. Kekhawatiran Berlebihan

Salah satu gejala utama anxiety adalah mengalami kekhawatiran secara berlebihan. Meskipun semua orang bisa merasakan kekhawatiran mulai dari berbagai aspek kehidupan seperti pekerjaan, kesehatan, hingga suatu hubungan. Namun bagi mereka yang mengalami gangguan kecemasan, cenderung suka memikirkan hal-hal buruk yang belum tentu terjadi di masa depan.

Orang yang memiliki anxiety juga mudah merasa cemas tentang hal-hal kecil yang seharusnya tidak perlu dikhawatirkan, sehingga hal tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca Juga:  Proses Operasi Lasik Mata, Prosedur, Biaya dan Efek Sampingnya

2. Sulit Bernapas

Anxiety selain dapat mempengaruhi mental seseorang juga dapat mempengaruhi kesehatan fisik banyak orang yang memiliki anxiety berbagi pengalamannya, seperti pernah mengalami kesulitan bernapas saat mereka mengalami kecemasan. Hal tersebut tentunya bisa menyebabkan perasaan panik dan semakin membuat mereka cemas.

Kondisi ini bisa muncul dalam situasi tertentu, seperti saat berbicara di depan umum atau saat menghadapi situasi sosial yang menegangkan.

3. Detak Jantung yang Cepat

Gejala fisik lainnya dari ganguan anxiety adalah detak jantung yang sangat cepat atau berdebar-debar dengan kencang, hal ini bisa terjadi karena tubuh memproduksi adrenalin sebagai respons terhadap stres.

Bagi seseorang yang mengalami kecemasan, detak jantung yang cepat juga bisa muncul kapanpun bahkan tanpa adanya pemicu yang jelas. Hal ini terkadang bisa membuat mereka merasa tidak nyaman dan khawatir akan kesehatan jantung mereka.

4. Kelelahan

Orang yang mengalami anxiety cenderung lebih cepat merasakan kelelahan yang berlebihan, meskipun mereka mungkin tidak melakukan banyak aktivitas fisik. Namun perlu diketahui bahwa kecemasan ternyata juga dapat menyebabkan otot-otot menjadi tegang,  jika ketegangan ini berlangsung dalam jangka waktu lama maka akan mengakibatkan rasa lelah berlebihan.

Ketegangan otot ini bisa membuat tubuh terasa pegal-pegal hingga sakit dan biasanya terjadi di bagian tubuh seperti leher, bahu, atau punggung, dan sering kali memerlukan relaksasi untuk mengurangi ketidaknyamanan.

5. Kesulitan Berkonsentrasi

Saat seseorang mengalami gejala kecemasan salah satu dampaknya adalah kesulitan dalam berkonsentrasi, karena otak mereka yang terlalu sering berpikiran secara berlebihan dan mudah khawatir pada sesuatu yang tidak seharusnya dikhawatirkan. Mereka bisa merasa kacau dan sulit untuk fokus, yang kemudian memperburuk perasaan cemas karena merasa tidak mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

6. Mudah Tersinggung

Seseorang yang mengalami gejala anxiety juga mudah merasa tersinggung dan marah dengan perkataan orang lain, meskipun orang lain tidak ada niatan untuk menyinggungnya namun karena mudah overthinking dan mempunyai pola pemikiran yang negatif akhirnya bisa mengakibatkan suatu kesalahpahaman.

Baca Juga:  7 Indikasi Perbedaan Bronkopneumonia dan Pneumonia

Cara Mengatasi Gejala Anxiety

1. Mengatur Pernafasan

Teknik pernapasan dalam ternyata dapat membantu menenangkan pikiran dan tubuh, cobalah untuk menarik napas dalam-dalam lalu tahan sebentar dan hembuskan secara perlahan. Ulangi proses tersebut selama beberapa menit untuk membantu mengurangi ketegangan.

2. Olahraga

Melakukan aktivitas fisik secara teratur juga dapat menjadi cara yang efektif untuk mengatasi anxiety, olahraga dapat meningkatkan kadar endorfin senyawa kimia dalam otak yang berfungsi sebagai pereda stres alami. Cobalah melakukan olahraga ringan dengan rutin seperti berjalan, berlari, atau yoga setidaknya 30 menit untuk setiap harinya untuk membantu meredakan kecemasan.

4. Memperhatikan Pola Makan

Menjaga pola makan yang seimbang sangat penting dalam mengelola gejala anxiety konsumsilah makanan yang bergizi seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan protein tanpa lemak, dapat mendukung kesehatan mental. Jangan lupa juga untuk, menghindari makanan dan minuman yang mengandung kafein dan kadar gula yang berlebih  agar dapat membantu mencegah lonjakan kecemasan yang sering kali dipicu oleh makanan tersebut.

3. Istirahat Sejenak

Menciptakan ruang untuk bersantai dan melakukan aktivitas yang kamu nikmati dapat membantu mengalihkan pikiran dari kecemasan.  Kamu dapat melakukan berbagai hal yang bermanfaat ataupun kamu sukai seperti  membaca buku, menggambar, atau sekadar duduk tenang sambil menikmati  keindahan alam, sebab kegiatan tersebut dapat memberi ketenangan dan meredakan stres.

4. Berbicara Kepada Orang Lain

Jangan ragu untuk berbicara tentang perasaan kamu kepada orang terdekat yang kamu percayai. Terkadang berbagi kecemasan dengan teman atau anggota keluarga dapat meringankan beban yang Anda rasakan. Mencari dukungan sosial memiliki peran penting dalam mengatasi kecemasan.

Melalui langkah-langkah sederhana ini, Anda dapat mengenal tentang anxiety dan dapat belajar untuk mengelola gejala anxiety. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki cara berbeda dalam menghadapi kecemasan. Semoga informasi diatas bermanfaat dan tetap semangat dan cepat mendapatkan solusi buat kesehatannya.