Haji  

Naik Haji Berapa Hari? Simak Penjelasan Lengkapnya!

Naik Haji Berapa Hari? Simak Penjelasan Lengkapnya!
Naik Haji Berapa Hari

Ketikmedia.com – Naik haji berapa hari seringkali ditanyakan oleh umat Muslim yang hendak menunaikan ibadah haji. Sebagai salah satu bentuk persiapan, calon jemaah juga harus tahu secara rinci waktu dan durasi pelaksanaan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim yang sudah mampu secara finansial dan fisik. Sebelum menunaikan ibadah haji, pastinya harus mengetahui seputar rangkaian ibadah haji, perintah dan larangannya, hingga durasi waktu pelaksanaannya.

Oleh sebab itu, untuk pemahaman yang lebih mendalam tentang waktu haji, Ketik Media akan menjelaskan pada artikel berikut ini. Yuk, simak!

Berapa Lama Ibadah Haji?

Bagi Anda yang ingin tahu naik haji minimal berapa hari, maka bisa memperhatikan serangkaian rukun dan wajib haji yang akan dilaksanakan di Tanah Suci. Biasanya untuk rukun dan wajib haji bisa diselesaikan dalam waktu ±40 hari apabila digabungkan dengan perjalanan keberangkatan menuju Tanah Suci.

Tapi, jika untuk pelaksanaan hajinya, hanya butuh 5 – 6 hari. Agar lebih jelasnya, berikut ini rincian hari penting dalam rangkaian ibadah haji:

1. Hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah)

Hari Tarwiyah adalah hari pertama rangkaian ibadah haji pada 8 Dzulhijjah. Pada hari tarwiyah ini jamaah haji memulai persiapan dengan bermalam (mabit) di Mina sebelum wukuf di Arafah.

2. Wukuf di Arafah (9 Dzulhijjah)

Wukuf adalah rukun haji paling utama yang berupa aktivitas berdiam diri, merenung, dan berdoa di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Pelaksanaan wukuf ini dimulai dari tergelincir matahari (waktu Zuhur) hingga terbit fajar pada 10 Dzulhijjah.

Baca Juga:  Haji Ifrad Adalah: Tata Cara & Keutamaannya

3. Melempar Jumrah Aqabah (10 Dzulhijjah)

Pada 10 Dzulhijjah, jemaah mulai menuju Mina untuk melempar Jumrah Aqabah. Kemudian lanjut untuk menyembelih hewan kurban dan melakukan Tahalllul. Lalu, jemaah kembali ke Mekkah untuk melaksanakan Tawaf Ifadah.

4. Hari Tasyrik (11 – 13 Dzulhijjah)

Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Pada hari tasyrik ini para jemaah haji akan kembali ke Mina untuk melempar 3 jumrah, yaitu jumrah ula, wusta, dan aqabah. Setelah selesai, maka jemaah haji akan kembali ke Makkah dan bersiap untuk pulang.

Jadi, bagi Anda yang masih bingung pelaksanaan hari berapa hari, maka hari-hari penting di atas menjadi patokan durasi berhaji. Tapi, jumlah hari tersebut belum termasuk perjalanan berangkat dan pulang ke Tanah Air.

Faktor yang Mempengaruhi Waktu Ibadah Haji

Setelah mengetahui berapa hari naik haji 2026 yang meliputi hari-hari penting di atas, kini Anda juga harus tahu faktor apa saja yang mempengaruhi durasinya. Untuk mempersiapkan diri sebelum berangkat haji, ketahui faktor apa saja yang mempengaruhi waktu haji berikut ini:

1. Jenis Paket Haji yang Dipilih

Jika menghitung durasi keseluruhan, jenis haji yang dipilih juga akan mempengaruhi waktu tunggu keberangkatan haji. Jika Anda memilih Haji Reguler, maka memiliki masa tunggunya lebih lama sehingga ibadah di Tanah Suci juga lebih lama.

Sedangkan, jika memilih paket Haji Khusus atau Plus, maka memiliki masa tunggu yang lebih singkat dan jadwal keberangkatan fleksibel. Sehingga, untuk total waktu ibadah di Tanah Suci juga semakin cepat.

2. Kuota Haji Pemerintah

Pemerintah akan menetapkan kuota haji setiap tahunnya. Sehingga, adanya penetapan tersebut tentu akan berpengaruh terhadap kapan para calon jemaah berangkat dan berapa durasi waktu saat beribadah di Tanah Suci. Ketika kuota haji sudah penuh, maka masa tunggunya juga jadi lebih panjang dan sebaliknya.

Baca Juga:  Apa Itu Manasik Haji: Urutan, Tata Cara, dan Doa Lengkap

3. Kondisi Kesehatan Jemaah

Faktor selanjutnya yang mempengaruhi waktu ibadah haji adalah kondisi kesehatan jemaah. Ketika kesehatan jemaah sedang tidak stabil, maka membutuhkan tambahan waktu istirahat bahkan penanganan medis jika diperlukan. Sehingga, hal ini akan memperpanjang proses pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.

4. Kebijakan Penyelenggara Haji

Penyelenggara haji memiliki kebjiakan yang berbeda. Biasanya, penyelenggara memberikan tambahan waktu di Madinah kepada para jemaahnya guna untuk memperbanyak ibadah. Tapi, ada juga penyelenggara haji yang tidak memberikan waktu tambahan, sehingga setelah melaksanakan rukun dan wajib haji langsung bersiap untuk pulang.

5. Aktivitas Tambahan

Ketika para jemaah mengikuti program ziarah ke berbagai tempat bersejarah setelah melaksanakan ibadah haji, maka juga akan mempengaruhi waktu di Arab Saudi. Tapi, jika jemaah hanya berfokus pada pelaksanaan ibadah haji saja, maka durasinya akan cenderung lebih cepat.

Estimasi Waktu Pelaksanaan Haji

Mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi durasi haji di Tanah Suci bisa menambah referensi Anda sebelum berangkat haji. Meski begitu, masing-masing jenis paket haji tetap memiliki perbedaan waktu yang harus Anda tahu. Ini perkiraan waktunya:

1. Haji Reguler

Haji Reguler adalah program haji resmi yang diselenggarakan oleh pemerintah dengan masa tunggu yang cukup lama. Untuk masa tunggu haji reguler bisa belasan tahun dan durasi pelaksanaan hajinya sekitar 35 hari – 40 hari. Durasi tersebut sudah mencakup jadwal keberangkatan, ibadah haji, hingga kepulangan ke Tanah Air

2. Haji Plus

Haji Plus adalah haji yang diselenggarakan oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus berizin resmi. Untuk masa tunggu haji plus relatif lebih cepat dibandingkan haji reguler. Sedangkan untuk durasi pelaksanaan hajinya sekitar 20 hari – 25 hari.

Baca Juga:  Informasi Haji Kemenag Lengkap 2025

3. Haji Furoda

Haji Furoda adalah program haji non-kuota yang menggunakan visa undangan resmi (visa mujamalah) dari pemerintah Arab Saudi. Sehingga, memungkinkan jamaah berangkat tanpa antre atau masa tunggu yang lama.

Sedangkan, untuk durasi pelaksanaan haji furoda ini sekitar 18 hari – 22 hari bergantung pada kebijakan penyelenggara. Haji furoda ini merupakan paket haji paling eksklusif, sehingga jadwalnya jauh lebih fleksibel.

Tips Optimalkan Durasi Haji

Mengetahui waktu dan durasi pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci bisa jadi referensi Anda sebelum berangkat. Tapi, ketika Anda memiliki perencanaan yang matang dan tepat, maka bisa mengoptimalkan durasi haji Anda. Oleh sebab itu, berikut tips mengoptimalkan durasi ibadah haji:

  • Pilih Paket yang Tepat – Memilih paket haji yang tepat akan menentukan seberapa lama waktu Anda akan berangkat ke tanah suci dan durasi menjalankan ibadah haji. Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah mengatur agenda ibadah atau agenda tambahan jika ada.
  • Ikuti Manasik Haji – Manasik haji sangat penting sebelum calon jemaah berangkat ke Tanah Suci. Sebab, ketika Anda sudah dibekali dengan pengetahuan dan informasi saat manasik, maka ketika berada di Tanah Suci tidak akan merasa kebingungan dan durasi ibadah juga jadi lebih efisien.
  • Jaga Kesehatan – Kondisi tubuh yang sehat dan prima akan melancarkan setiap agenda Anda saat berhaji.
  • Ikuti Intruksi Pendamping/Pembimbing – Pastikan untuk selalu mengikuti intruksi dari pendamping supaya ibadah haji berjalan lancar dan tepat waktu.

Kesimpulan

Ketika Anda sudah mengetahui naik haji berapa hari, maka bisa mempertimbangkan dan membuat perencanaan yang matang sebelum hari keberangkatan ke Tanah Suci. Dengan begitu, maka akan menjadikan ibadah haji berjalan lebuh lancar dan khusyuk.