Haji  

Apa Itu Manasik Haji: Urutan, Tata Cara, dan Doa Lengkap

Apa Itu Manasik Haji: Urutan, Tata Cara, dan Doa Lengkap
Apa Itu Manasik Haji

Ketikmedia.com – Sebelum haji, melakukan manasik merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh para calon jemaah. Bagi yang belum tahu apa itu manasik haji, jadi kegiatan ini secara umum bertujuan untuk memastikan para calon jemaah haji bisa menjalankan ibadah dengan baik dan benar saat di Tanah Suci.

Manasik haji adalah persiapan sebelum haji yang akan mempraktikkan berbagai urutan atau serangkaian rukun ibadah haji. Untuk lebih jelasnya mengenai pengertian manasik haji, apa saja urutannya, bagaimana tata caranya, hingga apa doanya, simak pembahasan dari Ketik Media berikut ini!

Apa Itu Manasik Haji?

Menurut KBBI, manasik haji adalah hal yang berkaitan dengan ibadah haji (ihram, thawaf, sa’i, wukuf). Melaksanakan manasik haji akan memberikan latihan atau simulasi calon jemaah haji dalam menjalankan rukun haji sesuai urutan dan tata caranya.

Jadi, nantinya para calon jemaah akan memperagakan seluruh rangkaian ibadah haji. Dengan begitu, maka calon jemaah haji akan memahami secara mendalam tentang setiap tahapan yang harus dilaksanakan saat berada di Tanah Suci dan mulai menjalankan ibadah haji.

Tujuan Manasik Haji

Setelah tahu secara singkat pengertian manasik haji, kamu juga perlu tahu apa tujuan manasik haji dengan lebih rinci. Sebagai persiapan melaksanakan ibadah haji, ada beberapa tujuan dari kegiatan manasik haji, yaitu:

  • Membantu calon jemaah haji dalam memahami secara detail tentang rukun, wajib, dan sunnah haji.
  • Melatih calon jemaah haji tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji, mulai dari ihram hingga tahalul.
  • Mempersiapkan calon jemaah haji sebelum beribadah haji di Tanah Suci.
  • Meningkatkan rasa percaya diri calon jemaah haji agar siap secara mental untuk menjalani ibadah Haji.

Urutan Manasik Haji

Manasik haji sebagai pelatihan yang membekali calon jemaah dengan pemahaman dari setiap rukun dan sunnah haji. Berikut urutan manasik haji:

  1. Ihram – Niat memulai ibadah haji atau umrah dengan mengenakan pakaian khusus (dua lembar kain putih tanpa jahitan untuk pria) dan mematuhi aturan larangan tertentu sejak dari miqat.
  2. Wukuf di Arafah – Rukun haji paling utama dan puncak ibadah haji, berupa berdiam diri, berdoa, dan berzikir di Padang Arafah pada 9 Zulhijah.
  3. Mabit di Muzdalifah – bermalam atau singgah/berdiam diri sejenak di Muzdalifah pada malam 10 Zulhijah (setelah wukuf di Arafah).
  4. Melempar Jumrah – Melemparkan 7 batu kerikil ke arah tugu jumrah.
  5. Tahalul Awal – Mencukur sabagian atau seluruh rambut.
  6. Thawaf Ifadhah – Mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 putaran, umumnya pada tanggal 10 Dzulhijjah setelah melontar Jumrah Aqabah dan tahallul.
  7. Sa’i – berjalan atau berlari kecil antara Bukit Safa dan Marwah sebanyak 7x.
  8. Tahalul Kedua – Tahap akhir dalam rangkaian ibadah haji setelah jamaah menyelesaikan Tawaf Ifadhah, Sa’i, dan mencukur rambut untuk melepaskan larangan ihram.
  9. Mabit di Mina – Bermalam/menginap di kawasan Mina selama hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah) atau minimal 2 malam (11 & 12 Dzulhijjah) bagi yang Nafar Awwal.

Tata Cara Manasik Haji

Dalam pelaksanaan manasik haji, biasanya akan dimulai dengan pembukaan resmi oleh penyelenggara manasik haji. Peserta manasik haji nantinya akan menerima materi tentang rangkaian ibadah haji serta hal-hal penting lainnya sebagai bekal para jemaah. Kemudian, peserta manasik lanjut untuk memulai simulasi haji, seperti berikut:

Baca Juga:  Panduan Lengkap Manasik Haji Terbaru

1. Memulai Ihram dari Miqat

Miqat adalah batas waktu dan tempat dilakukannya ibadah haji dan umrah. Pada rukun ihram ini, terdapat sejumlah urutan yang harus dilakukan oleh jemaah haji, yakni:

  • Mandi sunnah
  • Wudhu
  • Menggunakan pakaian ihram
  • Menunaikan shalat sunnah ihram
  • Mengucapkan niat haji
  • Berangkat menuju arafah dengan membaca talbiyah

2. Melakukan Wukuf

Pelaksanaan Wukuf arafah pada 9 Zulhijah hingga matahari terbit pada tanggal 10 Zulhijah atau ketika hari raya idul adha.

3. Mabit

Calon jemaah akan mendapatkan simulasi mabit di Muzdalifah. Jadi selama mabit, amalan yang dapat ditunaikan adalah sebagai berikut:

  • Membaca talbiyah
  • Berzikir, beristighfar, dan berdoa
  • Membaca AL-Quran
  • Mencari kerikil

4. Lempar Jumrah

Calon jemaah akan melempar jumrah aqabah setelah matahari mulai menyingsing atau siang hari pada tanggal 10 Zulhijah dengan 7 butir kerikil. Kerikil tersebut akan  dilemparkan ke sebuah tugu batu yang berada di Bukit Aqabah di Mina.

5. Tahalul

Setelah melempar jumrah, jemaah mulai simulai melakukan prosesi mencukur sekurangnya tiga helai rambut. Kemudian lanjut untuk melakukan tawaf ifadah. Amalan yang bisa ditunaikan, yaitu:

  • Melewati pintu Babussalam ketika masuk ke Masjidil Haram
  • Membaca talbiyah ketika mengerjakan tawaf ifadah
  • Mencium Hajar Aswad setelah tawaf
  • Mengerjakan shalat sunnah di dekat makam Nabi Ibrahim
  • Berdoa di Multazam
  • Mengerjakan shalat sunnah di Hijir Ismail
  • Mengerjakan sa’I, dan setelah itu menggunting rambut lagi sekurang-kurangnya tiga helai.

6. Sa’i

Calon jemaah akan melakukan simulasi Sa’i, yaitu berjalan di antara Bukit Safa dan Marwah sebanyak 7 kali. Nantinya calon jemaah akan memahami jarak dan perjalanan antara dua bukit tersebut.

Doa Manasik Haji

Ketika menjalankan ibadah haji, ada beberapa doa penting yang biasa dibaca oleh para jemaah haji. Berikut  bacaan doa manasik haji lengkap Arab dan latin:

Baca Juga:  7+ Amalan Doa Naik Haji Beserta Terjemahannya

1. Niat Haji

نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلَّهِ تَعَالَى

 “Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi taala.”

2. Bacaan Talbiyah

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ

“Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wan nimata laka wal mulk, laa syariika lak.”

3. Doa Tawaf

بِسْمِ اللهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُمَّ إِيْمَاناً بِكَ وَتَصْدِيقاً بِكِتَابِكَ وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ وَاتِّبَاعاً لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Bismillahi wallahu akbar. Allahumma imanan bika, wa tashdiqan bi kitabika, wa wafaan biahdika, wattibaan li sunnati nabiyyika Muhammadin shallallahu alayhi wa sallam.”

4. Doa Sa’i

اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا

“Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, kabîran walhamdulillâhi katsîran wa subḥânallâhi bukratan wa ashîlâ”

5. Doa di Bukit Shafa dan Marwah

اللَّهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ ولِلَّهِ الْحَمْدُ اللهُ أَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى مَا أَوَّلَانَا لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، اَللَّهُمَّ إِنَّكَ قُلْتَ أَدْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ، وَإِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ وَإِنِّي أَسْأَلُكَ كَمَا هَدَيْتَنِيْ لِلْإِسْلَامِ أَنْ لَا تَنْزِعَهُ مِنِّي حَتَّى تَتَوَفَّانِيْ وَأَنَا مُسْلِمٌ

“Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar wa lillâhil hamd, Allâhu akbar ‘alâ mâ hadânâ, walhamdu lillâhi ‘alâ mâ aulânâ, lâ ilâha illallâhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyî wa yumît, biyadihil khair, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr. Lâ ilâha illallâhu anjaza wa’dahu wa nashara ‘abdahu wa hazamal ahzâba wahdah.  Lâ ilâha illallâhu wa lâ na’budu illâ iyyâhu mukhlisîna lahud dîna wa law karihal kâfirûn. Allâhumma innaka qulta ud’ûnî astajib lakum, wa innaka lâ tukhliful mî’âd, wa innî as’aluka kamâ hadaitanî lil islâmi an lâ tanzi’ahu minnî hattâ tatawaffanî wa anâ muslim.

6. Doa Melempar Jumrah

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ رَجْمًا لِلشَّيَاطِيْنِ وَرِضًا لِلرَّحْمٰنِ اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًا مَشْكُوْرًا

Baca Juga:  Berikut Biaya Haji Plus Patuna Terbaru 2025

“Bismillâhi wallâhu akbar, rajman lissyayâthîn wa ridhân lirrahmân, Allâhummaj’al hajjan mabrûran wa sa’yan masykûran”

Kesimpulan

Manasik haji merupakan simulasi persiapan sebelum melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. Pada manasik ini akan berlatih rangkaian rukun haji serta doa yang harus diucapkan saat haji. Melalui manasik, calon jemaah tidak hanya belajar tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji saja, melainkan juga bisa memperdalam makna spritual di balik rukun haji yang dilaksanakan.

Itulah pembahasan seputar apa itu manasik haji, tata cara, hingga doa yang bisa jadi referensi bagi calon jemaah haji.