Bisnis  

Metode Merger dan Akuisisi: Jenis, Kelebihan, dan Tantangannya

metode merger dan akuisisi

Ada beberapa metode merger dan akuisisi yang biasa berjalan di dunia industri. Berjalannya proses-proses tersebut bertujuan untuk mendapatkan perkembangan, menambah aset, dan meningkatkan level perusahaan.

Jika berencana untuk menjalankan proses merger dan akuisisi, penting untuk mengetahui setiap metodenya terlebih dahulu. Memahami metode tersebut membuat Anda mengetahui opsi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Metode Merger dan Akuisisi

Walaupun metode merger dan akuisisi prakteknya sangat fleksibel, ada empat jenis yang paling umum dan biasa berjalan di kalangan pebisnis. Perusahaan seperti Protemus Capital yang biasa membantu proses merger dan akuisisi juga mempraktekkan beberapa metode berikut:

1. Merger Horizontal

Merger horizontal terjadi ketika dua perusahaan yang beroperasi di industri yang sama memutuskan untuk bergabung menjadi satu entitas. Langkah ini biasanya diambil untuk mengurangi persaingan dan meningkatkan efisiensi operasional dengan menggabungkan sumber daya dan keahlian. 

Perusahaan yang terlibat dalam merger horizontal biasanya memiliki produk atau layanan serupa, sehingga penggabungan ini memungkinkan mereka memperbesar pangsa pasar serta mengurangi biaya produksi melalui sinergi. 

Salah satu contoh merger horizontal yang terkenal adalah penggabungan antara Exxon dan Mobil di industri minyak. Selain itu, merger horizontal juga dapat meningkatkan kekuatan negosiasi perusahaan terhadap pemasok dan pelanggan. 

Dengan menjadi lebih besar, perusahaan hasil merger memiliki pengaruh yang lebih besar di pasar, memungkinkan mereka memperoleh harga bahan baku yang lebih baik atau menetapkan harga jual yang lebih kompetitif. 

Namun, merger ini juga dapat menimbulkan tantangan, seperti konflik budaya perusahaan, duplikasi sumber daya manusia, dan potensi resistensi dari regulator yang khawatir terhadap monopoli.

Baca Juga:   5 Cara Terbaik dan Solusi Pembayaran Elektronik Terbaru

2. Merger Vertikal

Merger vertikal melibatkan penggabungan perusahaan yang beroperasi di tahapan yang berbeda dalam rantai pasokan, baik itu di tahap produksi, distribusi, maupun penjualan. 

Misalnya, produsen mobil yang membeli perusahaan pemasok komponen atau distributor mobil akan menciptakan integrasi vertikal. 

Tujuan utama dari metode merger perusahaan ini adalah untuk mengamankan pasokan bahan baku atau memastikan distribusi yang lebih efisien, serta mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga yang dapat mempengaruhi kestabilan operasional perusahaan.

Di sisi lain, merger vertikal juga memungkinkan perusahaan untuk mengendalikan kualitas produk secara lebih ketat dan mengurangi biaya melalui penghapusan perantara. 

Misalnya, perusahaan yang mengendalikan seluruh rantai pasokan dapat mengurangi waktu tunggu antara produksi dan penjualan. 

Namun, tantangannya terletak pada meningkatnya kompleksitas manajemen, karena perusahaan harus mengelola berbagai aspek bisnis yang sebelumnya di luar kendalinya.

3. Akuisisi Beli Saham

Akuisisi beli saham terjadi ketika perusahaan pembeli membeli sebagian besar atau seluruh saham perusahaan target, sehingga memperoleh kendali atas manajemen dan operasionalnya. 

Biasanya, perusahaan pembeli menawarkan harga premium atas saham perusahaan target untuk menarik minat para pemegang saham menjual saham mereka. 

Metode ini sering digunakan dalam akuisisi berskala besar di mana kontrol penuh atas perusahaan target diinginkan, tanpa mengubah struktur bisnis secara drastis.

Keuntungan dari akuisisi beli saham adalah perusahaan pembeli dapat segera memiliki kendali penuh tanpa harus berurusan dengan akuisisi aset atau restrukturisasi besar-besaran. 

Namun, proses ini sering kali memerlukan persetujuan dari pemegang saham, yang dapat menyebabkan ketidakpastian atau negosiasi yang panjang. 

Selain itu, pembeli juga mengambil alih semua kewajiban dan utang perusahaan target, yang dapat menjadi risiko jika tidak ada due diligence yang tepat.

Baca Juga:  Rekomendasi Aplikasi Pencari Kost dan Kemudahan yang Ditawarkan

4. Akuisisi Aset

Akuisisi aset adalah proses di mana perusahaan pembeli hanya membeli aset tertentu milik perusahaan target, seperti properti, peralatan, atau paten. 

Berbeda dengan akuisisi saham, perusahaan pembeli tidak perlu mengambil alih seluruh operasi atau kewajiban perusahaan target. Ini memungkinkan pembeli memilih aset yang benar-benar dibutuhkan tanpa menanggung beban hutang atau tanggung jawab lain yang dimiliki perusahaan target.

Salah satu keuntungan utama dari akuisisi aset adalah fleksibilitas yang lebih besar dalam memilih aset yang sesuai dengan kebutuhan strategis perusahaan pembeli. 

Ini juga merupakan pilihan yang lebih aman jika perusahaan target memiliki masalah keuangan. Itu karena pembeli tidak harus menanggung seluruh tanggung jawabnya. 

Namun, akuisisi aset dapat menjadi lebih rumit dalam hal perpindahan kepemilikan aset. Ini terasa terutama jika memerlukan persetujuan hukum atau regulator terkait hak milik atau kontrak yang ada.

Jika membutuhkan bantuan untuk proses merger dan akuisisi, Anda bisa menggunakan layanan Protemus Capital. Perusahaan ini sudah terampil dalam mempraktekkan berbagai metode merger & akuisisi sehingga upaya Anda meningkatkan value perusahaan akan berjalan lebih lancar.