Berita  

Serangan Udara Rusia ke Ukraina, 12 Warga Tewas

serangan udara rusia

Ketik Media, Kyiv – Pada Sabtu (1/2/2025), Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran ke Ukraina menggunakan pesawat nirawak dan rudal. 

Serangan ini mengakibatkan 12 korban jiwa serta menyebabkan kerusakan signifikan pada puluhan bangunan tempat tinggal dan infrastruktur energi di berbagai wilayah, menurut laporan pejabat Ukraina.

Layanan Darurat Ukraina melaporkan bahwa sebuah rudal Rusia menghantam bangunan tempat tinggal di pusat kota Poltava, memperburuk dampak serangan tersebut. 

Selain korban tewas, sedikitnya 17 orang mengalami luka-luka, termasuk empat anak-anak, sebagaimana dikutip dari Japan Today pada Minggu (2/2).

Serangan Udara Rusia ke Ukraina

Foto-foto yang beredar di aplikasi Telegram memperlihatkan bangunan yang hancur pada beberapa lantai atasnya, dengan asap tebal mengepul ke udara. 

Tim pemadam kebakaran bersama puluhan penyelamat tampak sibuk mencari korban di antara reruntuhan dan mengangkat jenazah menggunakan tandu.

Di kota Kharkiv, yang terletak di timur laut Ukraina, satu orang dilaporkan tewas dan empat lainnya terluka akibat serangan pesawat nirawak, menurut informasi dari walikota setempat. 

Sementara itu, tiga petugas polisi kehilangan nyawa mereka saat sedang berpatroli di sebuah desa di wilayah Sumy di timur laut. Pernyataan tersebut keluar dari pejabat daerah yang mengonfirmasi kejadiannya.

“Tadi malam Rusia menyerang kota-kota kami menggunakan berbagai jenis senjata: rudal, pesawat nirawak serang dan bom udara,” ujar Presiden Volodymyr Zelenskiy saat mengonfirmasi kerusakan di enam wilayah berbeda.

Melalui aplikasi Telegram, ia juga berujar “Setiap serangan teroris seperti itu membuktikan bahwa kita membutuhkan lebih banyak dukungan dalam membela diri terhadap teror Rusia. Setiap sistem pertahanan udara, setiap senjata antirudal, menyelamatkan nyawa,”.

Pernyataan Militer Ukraina

Militer Ukraina melaporkan bahwa Rusia telah melepaskan 123 pesawat nirawak dan lebih dari 40 rudal dalam serangan terbaru mereka. 

Baca Juga:  Kebakaran Di Toraja Utara Hanguskan 2 Rumah Panggung, 3 Tongkonan, dan 5 Lumbung

Dari jumlah tersebut, pasukan pertahanan udara Ukraina berhasil menembak jatuh 56 pesawat nirawak serta mengalihkan jalur 61 lainnya. Namun, mereka tidak merinci jumlah rudal yang berhasil dicegat.

Di kota Poltava, yang berjarak sekitar 120 kilometer dari perbatasan Rusia, serangan ini menyebabkan kerusakan. Tercatat, keurangan terjadi pada 18 gedung apartemen, sebuah taman kanak-kanak, serta infrastruktur energi, menurut otoritas setempat. 

Selain itu, kehancuran akibat serangan juga dilaporkan terjadi di Zaporizhzhia di tenggara. Ada juga kerusakan lain di wilayah Kharkiv, Sumy di timur laut, dan Khmelnytskyi di barat Ukraina.

Rusia Melakukan Serangan Rudal

Gubernur Kharkiv, Oleh Syniehubov, mengungkapkan bahwa pasukan Rusia menggunakan enam rudal. Ada juga 17 pesawat nirawak Shahed yang Rusia pakai untuk menyerang infrastruktur gas dan fasilitas lainnya di wilayah tersebut. 

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa mereka telah menargetkan infrastruktur gas dan energi Ukraina dalam serangan mereka. Mereka juga mengklaim berhasil menembak jatuh 108 pesawat nirawak Ukraina dalam 24 jam terakhir.

Sejak Maret 2024, Rusia secara konsisten meluncurkan serangan rudal dan pesawat nirawak yang menargetkan sektor listrik serta infrastruktur energi Ukraina. 

Serangan-serangan ini telah menyebabkan kerusakan besar, melumpuhkan hampir setengah dari kapasitas pembangkit listrik yang ada di negara tersebut. Ini juga sekaligus memaksa adanya pemadaman listrik bergilir.

Dengan perang yang semakin mendekati tahun ketiga, dan pasukan Rusia memperoleh keuntungan terbatas namun stabil di Ukraina timur. Ini membuat mereka semakin mendekati Pokrovsk, pusat logistik strategis. 

Kedua belah pihak kini menggunakan pesawat nirawak untuk menyerang infrastruktur penting dan mengganggu jalur pasokan militer. 

Serangan Rusia pada Sabtu dini hari ini mengikuti serangan rudal malam sebelumnya yang merusak pusat bersejarah kota pelabuhan Odesa di Laut Hitam.

Baca Juga:  Mengupas Tuntas Siapa Lukas Enembe dan Riwayat Hidupnya