Ketik Media, Berita – Menteri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon meminta para penggiat budaya dan pihak terkait untuk konsisten memperkenalkan budaya Indonesia ke masyarakat luas. Karena menurutnya, kebudayaan merupakan warisan yang harus diperkenalkan dari generasi ke generasi.
Fadli Zon sendiri mengakui telah melakukan ancang-ancang demi memperkenalkan kebudayaan kepada masyarakat Indonesia. Bahkan telah ada racikan strategi yang dipersiapkan oleh pihaknya demi menghidupkan kembali ekosistem kebudayaan yang sempat merosot sebab munculnya eksodus kebudayaan asing.

“Pihak kami Kementerian Kebudayaan akan mengeluarkan seluruh strategi agar ekosistem budaya di Indonesia bisa hidup kembali”, ujar Fadly.
“Kalau untuk urusan apresiasi ya kami mengapresiasi budaya apapun yang masuk ke Indonesia. Tetapi itu kan sebuah tantangan. Bagaimana agar budaya Indonesia sendiri bisa meresap ke dalam hati masyarakat”, tutur Fadli Zon pada saat mengikuti acara silaturahmi dengan penggiat budaya Sunda di Rumah Budaya Ciumbuleuit, Bandung. (14/12)
Budaya Tradisional adalah Warisan Tak Benda yang Signifikan
Di kesempatan yang sama, politisi Partai Gerindra tersebut menyatakan kalau kebudayaan Indonesia masih belum berkembang dengan maksimal. Padahal diskursus ini sendiri merupakan warisan budaya tak benda yang memiliki peran signifikan dalam interaksi masyarakat.
Fadli Zon mencontohkan kebudayaan Sunda yang tidak mendapatkan perhatian dan pengakuan dari pemerintah provinsi. Padahal menurutnya, budaya Sunda termasuk budaya tertua di NKRI dan tak hanya itu, potensi budaya di Sunda untuk kekinian juga memiliki potensi yang luar biasa.
“Menurut hemat kami sebagai Menteri Budaya, seluruh kebudayaan Indonesia harus maju termasuk Sunda. Dan ini tidak akan terjadi kalau kebudayaan itu sendiri belum merasuk ke dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat. Baik seni teaternya, tari tradisionalnya maupun kebudayaan yang lain. Kalau perlu budaya Sunda harus masuk di UNESCO bersaing dengan Kebaya dan Reog Ponorogo”, tutur Fadly Zon dalam sambutannya.
Kementerian Kebudayaan Siap Berkoordinasi terkait Perkembangan Budaya
Kementerian Kebudayaan melalui Fadli Zon selaku Menteri Kebudayaan mengakui kalau pihaknya merupakan alat pemerintah yang bertugas memajukan kebudayaan di Indonesia. Akan tetapi, pihaknya tidak akan bisa melakukan apa-apa tanpa kehadiran semua pihak yang terkait termasuk seluruh elemen masyarakat.
“Fokus kami saat ini selaku Kemenbud adalah memajukan kebudayaan. Akan tetapi semua kalangan harus juga ikut berperan termasuk pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah kabupaten. Komunitas dan para penggiat juga harus terlibat. Menurut hemat saya talenta-talenta budayawan dan seniman di sini masih ada kok jadi harus dilibatkan semua”, ungkapnya.
“Kita harus tahu kalau kekayaan budaya di bangsa kita ini sangat luar biasa. Saya sudah banyak keliling melakukan interaksi kebudayaan ke mana-mana. Makanya, saya harus konsisten memajukan kebudayaan tersebut. Hal ini sangat penting. Karena efeknya pada kebudayaan nasional kita nantinya yang pasti akan lebih maju lagi”, ungkap Fadly selanjutnya.
Kemenbud Usulkan Regenerasi Budaya Melalui Pendidikan Kearifan Lokal
Di dalam pertemuan silaturahmi antar budayawan Sunda tersebut, Fadli Zon mengisyaratkan untuk melakukan regenerasi budaya dan kebudayaan. Sedangkan salah satu strategi awal yang akan diterapkan adalah meminta pihak kementerian pendidikan agar memasukkan kebudayaan lokal ke sekolah-sekolah.
“Langkah awal kami terkait perkembangan kebudayaan ini adalah melakukan regenerasi secepatnya. Kami akan meminta agar muatan kebudayaan lokal di sekolah-sekolah diperbanyak. Termasuk membangun sanggar-sanggar serta mengundang maestro tradisi dan kebudayaan agar mengetuktularkan ilmunya kepada siswa”, pungkas mantan aktivitas ini.
Fadly Zon selaku Menteri Kebudayaan akan bekerja keras untuk memajukan budaya dan kebudayaan di Indonesia. Karena itu sudah merupakan amanah Undang Undang Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. (Ags)
