Akademisi sekaligus bakal calon presiden dari Partai NasDem Anies Baswedan menyuarakan orasinya dalam aksi bela Palestina, 5 November 2023. Dalam orasi tersebut, arti occupation no more yang disampaikan oleh Anies menjadi perhatian publik.
Tidak sedikit orang yang bertanya-tanya tentang apa arti dari occupation no more. Apakah itu berkaitan dengan aksi bela Palestina atau malah tidak berhubungan sama sekali? Karena itu, berikut penjelasan lebih jauh tentang arti dari orasi Anies Baswedan!
Arti Occupation No More dalam Bahasa Inggris
Pastinya Anda sudah tahu jika arti occupation no more menurut mesin adalah “tidak ada pekerjaan lagi”. Hal ini karena mesin menerjemahkan kata “occupation” sebagai “pekerjaan” lalu mengartikan “no more” sebagai “tidak ada lagi”.
Arti occupation no more yang sebenarnya yang sebenarnya ternyata berbeda dengan yang diartikan mesin secara literal. Arti “occupation” bukan “pekerjaan”, melainkan “penjajahan”. Sehingga, arti yang sebenarnya adalah “tidak ada lagi penjajahan”.
Secara garis besar, arti occupation no more ini berkaitan erat dengan penjajahan di tanah Palestina oleh Israel. Jadi, tidak salah jika Anies Baswedan menyampaikan orasi ini untuk menyuarakan okupasi atau penjajahan di Palestina.
Tidak hanya di Jalur Gaza saja, namun orang Palestina di area lain juga mendapatkan ancaman, diskriminasi, dan penindasan dari Israel sejak tahun 1948. Puncaknya adalah serangan bom 4 minggu berturut-turut di Gaza yang menghancurkan generasi muda Palestina.
Israel menyebut ini sebagai pembelaan diri karena serangan dan penculikan warga Israel oleh Hamas pada 7 Oktober 2023. Hanya saja, apakah ini bisa disebut sebagai aksi bela diri jika faktanya Palestina terjajah secara sistematis selama beberapa dekade terakhir?
Karena itu, sesuai dengan arti occupation no more yang disampaikan oleh Anies, penjajahan di tanah Palestina harus segera berakhir. Hal ini karena penjajahan tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan juga prikeadilan, sesuai apa terkandung dalam UUD 1945.
Arti Free Palestine dalam Bahasa Inggris
Selain istilah occupation no more, beberapa minggu terakhir ini banyak orang yang menyuarakan “Free Palestine” di berbagai media elektronik, media cetak, dan media sosial.
Karena itu, masyarakat juga harus mengetahui apa arti free Palestine yang sedang menjadi pusat perbincangan.
Secara garis besar, free Palestine artinya adalah bebaskan “bebaskan Palestina”. Pastinya, banyak masyarakat yang masih belum tahu kita harus membebaskan Palestina dari apa. Konteks bebas di sini adalah bebas dari penindasan sistematis dan penjajahan.
Ketika sebagian besar negara yang dijajah oleh kolonial Eropa, termasuk Indonesia, bisa merdeka tidak lama setelah Perang Dunia II usai, Palestina masih dijajah hingga saat ini. Hanya saja, banyak orang yang menganggapnya sebagai “konflik” belaka.
Padahal jika ditilik lebih jauh lagi, tanah Palestina masih mengalami penjajahan sistematis hingga saat ini. Mereka tidak mendapatkan hak sipil yang sama dengan masyarakat Israel, terus mendapatkan diskriminasi, penindasan, dan pembersihan etnis.
Hal ini tercermin dari bagaimana Israel menyerang Jalur Gaza pada empat minggu belakangan. Penyerangan ini melanggar terlalu banyak etika perang. Sebab, Israel juga menyerang pemukiman, rumah sakit, sekolah, toko roti, sumber air, dan tempat pengungsian.
Karena itu, seruan “Free Palestine” adalah bentuk protes masyarakat atas penjajahan di Palestina dan menuntut agar tanah Palestina bisa segera dibebaskan. Jangan sampai ada peristiwa Nakba kedua, di mana penduduk Palestina diusir dari tanah kelahirannya.
Arti From The River to The Sea, Palestine Will be Free dalam Bahasa Inggris
Setelah mengetahui free Palestine dan occupation no more artinya apa, publik juga harus mengetahui arti dari kata “from the river to the sea, Palestine will be free“. Seruan ini juga banyak diperbincangkan oleh masyarakat dunia selama Jalur Gaza diserang.
Nah, arti from the river to the sea, Palestine will be free secara literal adalah “dari sungai hingga ke laut, Palestina akan bebas”. Hal ini karena penduduk dan para diaspora Palestina ingin membentuk negara tunggal dari Sungai Yordan hingga ke Laut Mediterania.
Sedangkan dari tahun 1948 hingga sekarang, di wilayah tersebut berdiri dua negara, yaitu Palestina dan Israel. Tanah Palestina terus berkurang dari tahun ke tahun, dan sekarang hanya tersisa 18% wilayah saja yang dimiliki oleh masyarakat Palestina.
Sebagai informasi, Indonesia sendiri tidak mengakui Israel sebagai negara. Jadi, two states solution atau solusi dua negara bukanlah pilihan yang tepat. Sebab, sudah ada jutaan masyarakat Palestina yang dari awal hidup di Sungai Yordan hingga Laut Mediterania.
Selain itu, arti occupation no more tidak akan terlaksana jika Israel masih berkuasa di Palestina. Karena itu, kita semua harus mendukung Palestina untuk bebas dari penjajahan dan mendukung slogan from the river to the sea, Palestine will be free mulai sekarang!. Semoga informasi Ketik Media bermanfaat.
