Berita  

Alasan LRT Jabodebek Terlambat, Penumpang Menunggu Hingga 1 Jam

Alasan LRT Jabodebek Terlambat

Kehadiran LRT belakangan mendapat sambutan antuasias warga jabodebek, namun belum lama operasionalnya terdapat beberapa kendala. Salah satu yang banyak menjadi pertanyaan adalah alasan LRT Jabodebek terlambat dan membuat penumpang menunggu hingga satu jam di stasiun. Padahal awalnya transportasi public satu ini digadang-gadang dengan kecepatannya.

Dampak dari keterlambatan LRT Jabodebek ini tidak hanya membuat penumpang menunggu. Tapi, beberapa  perjalanan menjadi batal dengan alasan adanya perawatan pada sejumlah kereta api. Ini tentu menjadi pertanyaan bagaimana teknologi baru yang canggih tidak berjalan dengan baik dalam beberapa hari operasionalnya.

Mengenal Lebih Dekat LRT Jabodebek

Light Rail Transit atau LRT merujuk pada sistem kereta api ringan yang telah menjadi bagian integral dari infrastruktur transportasi di Jabodetabek. LRT Jabodebek merupakan Proyek Strategis Nasional dengan melibatkan beberapa kementerian. Proyek LRT Jabodebek menandai kemajuan signifikan dalam sektor transportasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, atau populer dengan istilah Jabodetabek.

Selain itu, LRT memberikan solusi bagi masalah mobilitas yang sering kali menghambat warga Jabodetabek. Sistem ini telah berhasil terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lainnya di ibukota dan sekitarnya. Dengan adanya LRT Jabodebek, warga Jabodetabek sekarang memiliki lebih banyak pilihan dalam hal transportasi.

Misalnya, pengguna LRT dapat dengan mudah berpindah ke Kereta Rel Listrik (KRL) untuk perjalanan yang lebih jauh atau mengakses layanan Bus Rapid Transit/Bus Raya Terpadu (BRT) seperti Transjakarta dan JakLingko untuk perjalanan sehari-hari di perkotaan. Tidak hanya meningkatkan mobilitas tetapi juga mengurangi kemacetan lalu lintas dan dampak negatif lainnya terhadap lingkungan.

Baca Juga:  Cara Memasukkan Voucher XL Terbaru 2025

Namun, pada operasional pertamanya LRT sempat mendapat banyak kritik dari masyarakat, terutama dari segi akurasi dan desain. Kekurangan tersebut semakin bertambah ketika beberapa minggu setelah operasionalnya, LRT mengalami kendala keterlambatan.

Tranportasi yang utamanya menyajikan keunggulan dalam hal kecepatan ini malah membuat penumpang menunggu hingga satu jam. Alasan keterlamatan LRT Jabodebek salah satunya karena faktor keamanan. Beberapa waktu lalu, pihak terkait juga menyampaikan bahwa kecepatan LRT pada jalur tertentu akan berkurang 50% untuk menghindari roda aus.

Apa yang Membuat LRT Unggul?

Berbeda dengan MRT, teknologi LRT dipercaya jauh lebih unggul dan canggih. Terdapat beberapa sistem teknologi tambahan yang membuat moda transportasi satu ini menjadi sangat berkelas. Berikut ini adalah penerapan sistem canggih di LRT Jabodebek.

1. Menggunakan Sistem CBTC GoA Level 3

Sistem Communication-Based Train Control (CBTC) adalah salah satu aspek kunci yang membedakan LRT Jabodebek dari moda transportasi massal lainnya, terutama MRT. CBTC adalah teknologi yang digunakan untuk mengatur pergerakan kereta, menjaga jarak aman antara kereta, dan memastikan pengendalian yang tepat. Pada LRT Jabodetabek, sistem CBTC yang digunakan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi, yaitu GoA Level 3.

GoA (Grade of Automation) adalah parameter untuk mengukur sejauh mana kereta dapat beroperasi secara otomatis tanpa campur tangan manusia. GoA Level 0 merupakan tingkat paling rendah di mana semua kendali dioperasikan oleh manusia, sedangkan GoA Level 4 adalah tingkat tertinggi di mana kereta dapat beroperasi sepenuhnya otomatis tanpa kehadiran manusia.

Salah satu manfaat utama dari GoA Level 3 adalah peningkatan keamanan dan efisiensi. Dengan kendali otomatis, dapat meminimalisir risiko kesalahan manusia, sehingga kemungkinan terjadinya kecelakaan atau insiden dapat berkurang secara signifikan. Selain itu, penggunaan GoA Level 3 juga memungkinkan kereta untuk beroperasi dengan jarak yang lebih dekat

Baca Juga:  Miris! Ustadz di Makassar Menjadi Korban Penganiayaan oleh Orang Tak Dikenal

2. Menggunakan Automatic Train Protection (ATP)

Selain sistem CBTC GoA Level 3, LRT Jabodebek juga menggunakan teknologi Automatic Train Protection (ATP) untuk memastikan keamanan perjalanan penumpang. ATP adalah sistem yang dirancang khusus untuk mengontrol kecepatan dan jarak antara kereta, serta memberikan perlindungan dalam situasi darurat.

ATP berfungsi dengan cara mengawasi kecepatan kereta dan memberikan instruksi kepada pengemudi atau sistem otomatis untuk mengubah kecepatan. Misalnya, jika kereta mendekati kereta di depannya terlalu cepat, ATP dapat mengurangi kecepatan atau bahkan menghentikan kereta secara otomatis. Hal ini membantu mencegah tabrakan dan memberikan jarak yang aman antara kereta, terutama dalam situasi lalu lintas yang padat.

Selain itu, ATP juga mendeteksi sinyal berhenti dan memastikan bahwa kereta berhenti di tempat yang ditentukan. Ini adalah fitur penting untuk memastikan bahwa penumpang dapat naik dan turun dengan aman, dan menghindari situasi di mana kereta mungkin terlalu lama berhenti di satu pemberhentian.

3. Menggunakan Anti Derailment

Dengan teknologi canggih tersebut, seharusnya alasan LRT Jabodebek terlambat dapat diminimalisir. LRT juga menggunakan teknolgi anti derailment untuk menghindari kereta keluar dari jalurnya. Ini adalah teknologi penting untuk memastikan bahwa perjalanan dengan LRT aman dan nyaman tanpa goncangan.

Namun, sayangnya penggunaan teknologi canggih di atas tidak optimal karena ada beberapa masalah yang akhirnya membuat perjalanan terlambat. Menurut laporan dari Manajer Humas LRT Jabodebek Kuswardojo kepada CNN Indonesia,

“Pembatasan kecepatan adalah salah satu upaya kita untuk mengurangi keausan roda kereta.”

Alasan LRT Jabodebek Terlambat dan Buat Penumpang Menunggu

Apakah menghindari keausan roda kereta menjadi satu-satunya alasan LRT Jabodebek terlambat? Dalam wawancaranya, Kuswardojo juga menyampaikan bahwa:

“Operasional LRT saat ini memang mengurangi jumlah perjalanan dikarekankan sebagia trainsert (rangkaian kereta) yang ada harus melakukan perawatan pembubutan roda sehingga tidak dapat kami operasikan untuk memastikan keamanan dalam operasionalnya.”

Baca Juga:  Keuntungan Menjadi Mitra PPOB Fastpay untuk Pemula

Kuswardojo juga memberitahu bawah terdapat tujuh rangkaian kereta LRT yang harus masuk bengkel dan menerima peraawatan. Salah satu perawatannya adalah untuk melakukan pembubutan pada roda LRT yang telah aus setelah melakukan beberapa perjalanan.

Tujuannya tentu saja untuk menjamin keselamatan selama perjalanan. Namun, di sisi lain ini membuat efektivitas LRT berkurang drastis bahkan tidak jauh berbeda dengan teknologi transportasi MRT atau kereta.

Dampak dari perbaikan tersebut tidak hanya mengurangi antusias masyarakat menyambut LRT, namun juga membuat beberapa perjalanan batal. Menurut Kuswardojo, pengurangan jumlah perjalanan kereta mengakibatkan waktu kedatangan dan keberangakatan dari stasiun menjadi semakin lama.

Banyak penumpang yang menyayangkan hal tersebut dan merasa bahwa peluncuruan LRT kurang persiapan. Apalagi dengan pengurangan kecepatan hingga 50% maka artinya efektivitas LRT sebagai moda transportasi cepat menjadi tidak sesuai dengan tujuan awalnya.

Namun, pemerintah juga akan selalu berupaya untuk mengatasi kekurangan yang ditemukan LRT Jabodebek. Sebagai teknologi baru, tentu wajar jika menemukan beberapa kendala di lapangan yang tidak sesuai dengan teori dan ekspektasi.

Selain itu, pihak LRT Jabodebek tentu tetap harus mengutamakan keselamatan penumpang selama perjalanan. Meskipun harus dengan mengurangi kecepatan selama perjalanan.

Menanggapi permasalahan LRT Jabodebek sejumlah penumpang menyampaikan bahwa yang terpenting adalah keselamatan. Pihak LRT juga berharap agar masyarakat dapat bersabat sembari menunggu perbaikan dan regulasi perjalanan yang efektif dengan LRT Jabodebek.

Nah, itulah informasi Ketik Media, alasan LRT Jabodebek terlambat yang membuat penumpang menunggu hingga satu jam di stasiun. Menurutmu, apakah LRT dapat menjadi pilihan moda transportasi yang efektif untuk mengurangi kemacetan?